Sunday, March 7, 2021
Home Dunia Migrasi Besar-Besaran ke Luar Negeri, Media Korsel dan Vietnam Soroti Pemain Indonesia

Migrasi Besar-Besaran ke Luar Negeri, Media Korsel dan Vietnam Soroti Pemain Indonesia

Ket gbr: Syahrian Abimanyu resmi berseragam Newcastle Jets Australia, sementara Asnawi Mangkualam yang telah bergabung dengan Ansan Greeners FC, masih menjalani karantina mandiri, pelatihnya Shin Tae-yong percaya bahwa Asnawi akan sukses di Korea Selatan. Foto: Kolase/instagram Newcastle Jets/ROC.

Harmoni Media – Di periode 2020-2021 bisa dikatakan sebagai tahun terbaik dalam sejarah sepakbola Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan beberapa pemain Indonesia direkrut dan migrasi ke sejumlah klub di luar negeri.

Media Korea Selatan, Interfootball, menyorot dalam satu tahun terakhir, terjadi migrasi besar-besaran pemain asal Indonesia ke sejumlah klub di luar negeri.

Mulai dari Brylian Aldama yang bergabung ke klub Kroasia, HNK Rijeka; Todd Ferre dipinjamkan ke Lampang FC; Syahrian Abimanyu ke Newcaster Jets; hingga Bagus Kahfi yang direkrut FC Utrecth.

Terbaru, pemain Bhayangkara Solo FC, Saddil Ramdani, tengah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Malaysia guna bergabung dengan Sabah FC.

Ada sejumlah faktor yang mengiringi bedol desa para pemain Indonesia ke klub-klub asing.

Pertama, tidak adanya kompetisi dalam setahun terakhir membuat klub-klub luar negeri dengan mudah memberikan tawaran kepada para pemain tersebut.

Kasus ini sama seperti yang dialami oleh bek Persija Jakarta, Ryuji Utomo, yang menerima tawaran pinjaman dari Penang FC, atau pemain PSIS Semarang, Abanda Rahman, yang dipinjam Lalenok United.

Kedua, klub-klub asing tersebut tertarik pada kemampuan yang dimiliki para pemain Indonesia.

Untuk alasan kedua lebih banyak terjadi pada para pemain muda macam Brylian Aldama hingga Asnawi Mangkualam yang direkrut Ansan Greeners.

Gelombang perpindahan pemain asal Indonesia yang cukup besar ke klub asing ternyata mendapat sorotan dari salah satu media Korea Selatan, Interfootball.

Sorotan itu datang terutama setelah kabar kedatangan Asnawi ke Ansan Greeners ramai diberitakan, baik oleh media Indonesia maupun Korea Selatan.

Dalam pemberitaannya, Interfootball menyebut bahwa gelombang migrasi yang cukup masif ini sebagai representasi keingian sepakbola Asia Tenggara untuk berkembang.

“Asia Tenggara yang selama ini sepakbolanya tertinggal baru-baru ini menunjukkan semangat untuk berkembang,” demikian tertulis, dilansir dari Interfootball.

“Vietnam dan Indonesia adalah contohnya. Kedua negara itu punya kesamaan dalam hal pelatih timnas yang sama-sama berasal dari Korea Selatan.”

“Di Indonesia, mantan pelatih timnas Korea Selatan Shin Tae-yong sedang memegang tuas kendali.”

“Meski belum menghasilkan prestasi karena Covid-19, (kehadiran Shin Tae-yong) berpengaruh pada perkembangan sejumlah pemain. Misalnya Asnawi Mangkualam yang dilatih Shin Tae-yong bergabung dengan Ansan Greeners FC,” tulis Interfootball lagi.

Sebelumnya, kiprah para pemain Indonesia di luar negeri juga sempat menjadi sorotan media asal Vietnam, Thethao247.vn.

Media Vietnam ini mengapresiasi langkah Indonesia dalam proyek mengirim pemain muda berkarier di luar negeri sebagai sesuatu yang positif.

Dalam salah satu tulisan Thethao247.vn menyebut latar belakang sepak bola yang belum terlalu berkembang bisa tertolong dengan pemain yang bermain di luar negeri.

Selain itu, perkembangan sepakbola Indonesia secara tidak langsung turut merangsang perkembangan sepakbola di ASEAN.

“Pemain Indonesia yang masuk ke pasar luar negeri menjadi sinyal positif untuk perkembangan sepakbola Asia Tenggara,” tulis Thethao247.vn seperti dikutip Bolasport.com.

“Itu karena para pemain dari Asia Tengara yang belum berkembang cenderung mendapat pengaruh baik dengan bermain di Eropa,” tulis Thethao247.vn.

Saat ini, sebagian besar pemain Indonesia di luar negeri sudah mulai berlatih bersama tim mereka masing-masing.

Contohnya Ryuji Utomo yang sudah mulai berlatih dengan Penang FC dan Todd Ferre yang bahkan sudah debut bersama Lampang FC.

Sementera itu, pemain-pemain seperti Bagus Kahfi, Asnawi Mangkualam, dan Syahrian Abimanyu masih menjalani karantina mandiri.

Red

 

Most Popular

Recent Comments