Militan ISIS Tewas Akibat Drone yang sedang Dioperasikannya Meledak

0
31

Seorang militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tewas setelah pesawat nirawak (drone) yang sedang dioperasikannya meledak akibat kehabisan baterai ketika sedang terbang ke arahnya.

Militan ISIS itu sedang menyiapkan serangan dengan menargetkan pasukan sekutu di Irak utara.

Dia merancang drone itu dilengkapi dengan bahan peledak untuk menyerang pasukan sekutu di Mosul. Namun rencananya menjadi ‘bumerang’ karena dia lupa untuk mengisi daya perangkat drone itu.

Drone sipil, yang dipersenjatai oleh ISIS, secara otomatis kembali ke titik peluncuran ketika mereka mulai kehabisan daya. Drone itu dirancang dapat kembali kepada pemiliknya sehingga tidak kehilangan pesawat nirwawak tersebut.

Pasukan Inggris termasuk SAS, melatih tentara Irak sebagian bagian dari Operasi Shader dan dilanda serangan drone.

Seorang sumber keamanan mengatakan, “Kami menerima laporan intelijen dari penduduk lokal tentang aktivitas musuh dan taktik mereka. Kami mengetahui orang ini memasang drone dengan bahan peledak tetapi tewas ketika baterainya hampir habis saat drone itu terbang kembali.”

Dikutip dari laman the Sun, Selasa (27/8), drone yang berisi bahan peledak itu mengalami sinyal lemah dan untuk beberapa alasan itu akhirnya meledak di atas kepalanya.

“Ini menyebabkan kami tertawa, tetapi ancaman drone itu sangat nyata. Militan itu membunuh dirinya sendiri tahun lalu karena ketidakmampuannya sendiri.”

Sumber keamanan itu juga mengatakan ISIS telah maju dengan menggunakan senjata dengan bantuan drone, yang dijuluki sebagai “angkatan udara” ISIS.

Dikutip dari The Sun (27/8), pertempuran untuk Mosul secara resmi telah berakhir pada tahun 2017 tetapi pasukan Inggris masih melatih warga Irak di sana.

Meskipun pertempuran untuk kota telah dimenangkan, namun ancaman drone masih terus berlangsung.