Minat Membaca di Jakarta Meningkat Gara-gara Ini

0
69

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) melaksanakan budaya kerja modern, responsif dan profesional dengan prinsip kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan komunitas.

Aktivasi taman baca masyarakat, Program baca Jakarta dan pengelolaan PDS HB Jassin menjadi salah satu bentuk program yang dilaksanakan Dispusip yang menjadi kegiatan strategis daerah urusan Perpustakaan.

Selain itu, kampanye mengajak warga Jakarta untuk membaca pun terus dihadirkan. Salah satunya saat Dispusip Pemprov DKI Jakarta mengikuti gelaran Islamic Book Fair (IBF) Tahun 2019. Gelaran yang berlangsung 27 Februari-3 Maret 2019 lalu itu dimanfaatkan Dispusip untuk lebih mempromosikan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin dengan berbagai koleksinya.

IBF Tahun 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, merupakan pelaksanaan untuk kali ke-18 dan menjadi pameran buku Islam terbesar di Asia.

Selain mempromosikan PDS HB Jassin, pihaknya menampilkan koleksi perpustakaan umum dan mempromosikan layanan perpustakaan yang ada di Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta.

Dengan keikutsertaan Dispusip DKI Jakarta dalam IBF 2019, masyarakat dapat lebih memanfaatkan layanan perpustakaan umum daerah yang ada di Jakarta.

Upaya tak berhenti di situ. Dispusip juga menambah 15 armada perpustakaan keliling di tahun 2019. Total sudah ada 42 perspustakaan keliling untuk menghilangkan dahaga warga Jakarta akan bacaan. Khususnya anak-anak untuk menyalurkan hobi membaca.

Kepala Dispusip DKI Jakarta, Wahyu Haryadi mengatakan, anggaran untuk pengadaan 15 mobil perpustakaan kelililing itu sekitar Rp5 miliar dan pengadaannya diprediksi bisa terealisasi pada triwulan tiga.

“Kita ingin dengan adanya penambahan ini kunjungan ke wilayah-wilayah permukiman warga bisa semakin intensif,” ujarnya.

Mobil perpustakaan keliling, imbuhnya dilengkapi buku bacaan berbagai jenis seperti, buku cerita atau dongeng, keterampilan, pengetahuan umum, sejarah, agama, dan buku pelajaran.

“Kami ingin terus menumbuhkan minat baca masyarakat, khususnya sejak usia dini,” kata dia.

Dispusip menambahkoleksi buku mencapai 21 Ribu eksemplar di Tahun 2019. 21 Ribu eksemplar buku itu terdiri sekitar 4.000 judul baru terbitan tiga tahun terakhir dan belum ada di perpustakaan. Koleksi buku baru tersebut terdiri dari muatan sosial, keterampilan, fiksi, bahasa, dan agama.

Selain melalui proses seleksi para pustakawan, penambahan koleksi buku baru juga berdasarkan usulan maupun permintaan dari pengunjung atau pemustaka.

Buku-buku tersebut nantinya didistribusikan ke Perpustakaan Umum Cikini, Perpustakaan Umum Kuningan, dan unit-unit Perpustakaan Masyarakat Jakarta (Permata).

Dispusip juga telah menyediakan pojok baca di Lantai Dasar Blok G, Balaikota DKI Jakarta. Pojok baca itu bisa digunakan oleh siapa saja, baik Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan, dan para tamu.

Adanya pojok baca di Balaikota merupakan bagian untuk meningkatkan minat baca. Gerakan gemar membaca perlu dimulai dari internal Pemprov DKI Jakarta sendiri agar bisa menjadi contoh dan menularkan budaya membaca kepada masyarakat.

Pojok baca itu dirancang dan ditata senyaman mungkin, dengan menyediakan dua buah tempat duduk yang bentuknya menyerupai bantal besar atau bean bag. Operasional pojok baca ini disesuaikan dengan jam kerja pegawai.

“Kami berharap ASN di Pemprov DKI bisa memberi contoh kepada masyarakat, punya rasa ingin membaca, memiliki bahan bacaan, serta dapat saling berinteraksi dan berbagi informasi melalui Pojok Baca. Budaya itu kami harapkan bisa menyebar ke mana-mana,” tutur Wahyu.

Wahyu menambahkan, Pojok Baca Balaikota DKI Jakarta juga terbuka menerima sumbangan buku dari berbagai pihak yang ingin ikut berkontribusi meningkatkan minat baca. “Kami sediakan satu boks di situ untuk mengakomodir buku-buku sumbangan pegawai dan masyarakat,” ujar dia.

Pojok baca tersebut menyediakan 1.000 koleksi buku bacaan yang didistribusikan dari Perpustakaan Umum Daerah Cikini. Jenis buku bacaan sangat bervariatif, mulai dari ilmu pengetahuan, traveling, motivasi diri, novel dan biografi.

Di bulan Oktober ini Dispusip menggugah minat baca warga dengan mengusung tema Nasionlisme.

Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca Dispusip DKI Jakarta, Suryanto mengatakan, tema ini dipilih sehubungan banyak peristiwa yang dapat mengugah semangat nasionalisme seperti, Hari Kesaktian Pancasila, dan Hari Sumpah Pemuda.

“Seluruh kegiatan literasi di Dispusip merupakan upaya membangun semangat nasionalisme melalui kegemaran membaca,” ujarnya.

Selain menumbuhkan serta memelihara semangat cinta tanah air dan bangsa, melalui tema ini Dispusip ingin masyarakat juga mendapat pemahaman terhadap peristiwa masa lalu dengan menggugah kesadaran sejarah yang bersifat kolektif melalui pendekatan literasi.

“Melalui tema ini kami ingin menumbuhkan dan memelihara semangat perjuangan kemerdekaan dan nasionalisme dalam diri masyarakat,” terangnya.

Gubernur Anies tidak lupa mengajak seluruh elemen, khususnya warga Jakarta untuk senang membaca. Dengan membiasakan gemar membaca, seolah dunia pun ada di genggaman. Ada banyak hal yang tidak diketahui sebelumnya akhirnya terbuka dengan membaca buku. Yuk mulai gemar membaca.

“Ini semua ikhtiar untuk membuat Jakarta menjadi kota yang memungkinkan generasi masa depan tumbuh jadi pembelajar,” tutur Anies. 

Sumber : Merdeka.com