Monitoring Beleid Pengendalian Mudik, Kemenhub Pastikan Berjalan Dengan Baik

0
60

Ket.gbr: Suasana di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok terlihat sepi, sejak PT Pelabuhan Indonesia ll (Persero) menghentikan sementara layanan di semua terminal penumpang, menyusul kebijakan larangan mudik dari pemerintah sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, dari tanggal 24 April sampai 8 Juni 2020. (Foto: dok.ROC/ireDj)

Jakarta, Harmoni Media – Sejak 24 April 2020, pengendalian transportasi selama masa mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, telah diatur melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020.

Melalui siaran persnya pada (29/4) Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, menyatakan terus melakukan monitoring implementasi beleid pelarangan mudik itu dengan memantauan kegiatan moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian di sejumlah daerah di Indonesia.

Hingga Rabu, 29 April 2020, atau hari ke-6 diberlakukannya larangan sementara penggunaan transporasi untuk mudik, pada moda transportasi darat, dari hasil penyekatan di pos-pos cek poin yang dikoordinasikan Korlantas Polri dilaporkan bahwa pelaksanaan berjalan dengan baik.

Fokus pemantauan yang dilakukan yakni memastikan implementasi di lapangan terkait larangan sementara penggunaan sarana transportasi berjalan dengan baik, dan memastikan angkutan-angkutan yang dikecualikan seperti angkutan barang/logistik dapat tetap berjalan dengan baik.

Kemenhub mengklaim terjadi penurunan jumlah kendaraan yang diminta untuk putar balik dibandingkan hari sebelumnya, pasca diterbitkannya beleid itu.

Untuk angkutan penyeberangan, khususnya di lintas Merak-Bakauheni dilaporkan sudah tidak melayani angkutan penumpang, namun hanya melayani angkutan logistik dan angkutan lain yang dikecualikan.

Sementara pada moda transportasi laut, udara dan perkeretaapian, berdasarkan pemantauan yang dilakukan Kemenhub, angkutan yang mengangkut barang/logistik dilaporkan tetap berjalan normal.

Dilaporkan pula di sejumlah pelabuhan besar, seperti Pelabuhan Tanjung Priok sudah tidak ada lagi kegiatan angkutan kapal untuk penumpang umum, kecuali kapal-kapal yang dikecualikan dari larangan beroperasi sesuai PM 25/2020.

Begitupun di bandara, dilaporkan sudah tidak ada penerbangan domestik yang membawa penumpang, namun untuk penerbangan internasional masih berjalan dengan normal.

Kondisi yang sama juga terjadi di sektor kereta api dimana semua KA jarak jauh tidak beroperasi, sedangkan Ka perkotaan/lokal masih beroperasi dengan menerapkan physical distancing (pembatasan jumlah penumpang).

Adapun KA yang masih beroperasi yaitu : KA Bandung Raya, KA Doho/Pantaran/Tumapel di Jatim, KA Ekonomi Lokal Surabaya, KA Prameks Solo-Yogya, KA Batara Kresna Solo, KA Srilelawangsa Medan, LRT Sumsel, dan KRL Jabodetabek.(idj)