Monday, October 25, 2021
Home Nasional Muhammadiyah Optimistis Pembelajaran Agama dan Formal Dapat Terintegrasi

Muhammadiyah Optimistis Pembelajaran Agama dan Formal Dapat Terintegrasi

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, telah menyampaikan dukungan Muhammadiyah terhadap kebijakan pemerintah untuk memberlakukan 5 hari sekolah.

Pernyataan tersebut disampaikan pada konferensi pers di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta, Senin (19/6). Seperti telah diketahui, kebijakan pemerintah memberlakukan 8 jam sekolah per hari telah menuai pertentangan dari berbagai pihak.

Namun, pernyataan yang berlawanan justru muncul dari salah satu organisasi Islam Muhammadiyah ini.

“Dalam hal ini, Muhammadiyah telah mengkaji dengan beberapa ahli yang berada di bawah koordinasi PP Muhammadiyah melalui tiga hari pleno. Kami mendukung penuh pendidikan karakter yang menjadi komitmen pemerintah,” ungkap Haedar.

Kebijakan lima hari sekolah merupakan implementasi dari kebijakan pemerintah untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Pendidikan karakter hadir tidak dalam bentuk abstrak, melainkan dalam sebuah sistem. Sistem penyelenggaraan pendidikan tersebut telah diatur secara jelas dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

Mantan pimpinan redaksi majalah Suara Muhammadiyah ini juga mengatakan bahwa selain memiliki konstitusi dan aturan dasar yang kuat, masyarakat juga harus berani mengambil langkah berani untuk mewujudkan pendidikan karakter.

Langkah yang dapat diambil di antaranya adalah melaksanakan pendidikan multi dimensi seperti penguatan religius, moral, pengembangan minat dan kreativitas.

Hilangnya kesempatan siswa untuk menimba ilmu agama dari madrasah diniyah dan TPQ menjadi salah satu penyebab ditentangnya kebijakan 5 hari sekolah. Menjawab hal tersebut, Haedar justru memberi jalan tengah untuk mengintegrasi antara pendidikan agama dan pendidikan formal dalam satu instansi pembelajaran. Sistem pendidikan seperti ini sebenarnya telah lama dijalankan oleh Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Boarding School dengan menerapkan 48 jam pendidikan.

Waktu libur selama dua hari juga ditentang selama ini. Mantan Ketua Departemen Kader Muhammadiyah ini juga menyampaikan bahwa inilah yang sering dilupakan oleh masyarakat.

Mereka seolah-olah tidak percaya terhadap pendidikan yang dilakukan oleh institusi keluarga. Padahal dalam dua hari itu anak memiliki kesempatan untuk kembali ke pengawasan orang tua serta memperkaya khazanah budaya dan wisata.

 

 

Sumber : Muhammadiyah Optimistis Pembelajaran Agama dan Formal Dapat Terintegrasi
Muhammadiyah Optimistis Pembelajaran Agama dan Formal Dapat Terintegrasi
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments