Monday, October 25, 2021
Home Nasional Musahkan 'Pocongan', Penangkap Benih Lobster Lombok Berikrar Beralih ke Budidaya Ikan

Musahkan ‘Pocongan’, Penangkap Benih Lobster Lombok Berikrar Beralih ke Budidaya Ikan

Setidaknya 2.246 rumah tangga (RTP) penangkap benih lobster yang tersebar di 3 Kabupaten (Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Barat) menyatakan berhenti melakukan aktivitas penangkapan benih lobster.

Hal itu ditandai dengan pengucapan ikrar yang disampaikan oleh seluruh masyarakat di depan Pejabat Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Wakil Gubernur NTB dan ditandatangani oleh tiga perwakilan masyarakat, yaitu Legur mewakili atas nama penangkap benih lobster dari Kab. Lombok Tengah; Saeful Rizal dari Kab. Lombok Barat, dan Lalu Mahruf dari Kab. Lombok Timur.

IkraR tersebut berisi antara lain menyatakan berhenti menangkap benih lobster atau lobster ukuran berat 200 gram atau di bawahnya dan yang sedang bertelUr, akan beralih ke usaha bidang kelautan dan perikanan; bersedia memusnahkan alat tangkap benih; dan turut serta menjaga kelestarian sumberdaya kelautan dan perikanan serta sepakat melaporkan penerima bantuan yang masih melakukan aktivitas penangkapan benih kepada Pemerintah dan aparat terkait.

“Bersedia beralih dari aktivitas penangkapan benih lobster ke usaha di bidang kelautan dan perikanan,” ujar perwakilan masyarakat penangkap benih lobster Lombok Tengah, Leguh, saat membacakan ikrar di Dusun Bumbang, Desa Mertak, Lombok Tengah, Senin (19/6).

Selain itu, masyarakat penangkap benih lobster Lombok juga menyatakan tidak akan melakukan penangkapan benih lobster maupun lobster dengan ukuran berat kurang dari 200 gram.

Hal itu sesuai dengan larangan penangkapan benih lobster yang termuat di dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016.

Mereka juga bersedia untuk memusnahkan sarana alat tangkap benih lobster dan memastikan tidak akan ada lagi aktivitas penangkapan benih lobster. Selain itu, mereka juga akan melaporkan masyarakat yang masih melakukan penangkapan benih lobster kepada pihak pemerintah dan aparat terkait.

Direktur Jenderal Budidaya Perikanan Slamet Subiakto mengapresiasi niat masyarakat untuk meninggalkan penangkapan benih lobster dan beralih ke budidaya perikanan.

Dalam pernyataannya, Slamet mengatakan bahwa implementasi Peraturan Menteri KP no 56 tahun 2016 ini bukan semata-mata didasarkan pada niatan untuk mematikan usaha masyarakat, namun pemerintah justru ingin menyelamatkan kepentingan yang lebih besar, yaitu bagaimana menyelamatkan sumberdaya lobster agar nilai ekonominya bisa dinikmati secara jangka panjang.

“Jika eksploitasi benih lobster terus berlangsung, maka dipastikan siklus kehidupan lobster ini akan terputus, dampaknya maka ketersediaan stok lobster di alam akan menurun drastis dan sangat mungkin anak cucu kita tidak akan mengenali lagi komoditas satu ini,” kata Slamet saat memberikan arahan di depan ratusan perwakilan masyarakat penangkapan benih lobster di Teluk Bumbang, Lombok Tengah.

Dalam acara itu, pemerintah menyerahkan bantuan sarana dan prasarana budidaya perikanan kepada kelompok pembudidaya di Dusun Bumbang, Desa Mertak, Lombok Tengah.

Pemberian bantuan itu berupa rumput laut 720 paket, benih bawal bintang 655 paket, kerapu 580 paket, bandeng 40 paket, udang vaname 20 paket, lele 209 paket, nila 14 paket, perahu sarana angkut rumput laut 71 unit. Total nilai bantuan sarana dan prasarana budidayanya mencapai Rp 50 miliar dengan jumlah masing-masing paket sekitar Rp 20-22 juta.

 

Sumber : Musahkan ‘Pocongan’, Penangkap Benih Lobster Lombok Berikrar Beralih ke Budidaya Ikan
Musahkan ‘Pocongan’, Penangkap Benih Lobster Lombok Berikrar Beralih ke Budidaya Ikan
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments