Saturday, October 16, 2021
Home Nasional Operasional transjakarta koridor 13 tunggu izin Kementerian PUPR

Operasional transjakarta koridor 13 tunggu izin Kementerian PUPR

Direktur Utama PT Trans Jakarta Budi Kaliwono menuturkan, operasional transJakarta koridor 13 rute Kapten Tendean-Ciledug belum bisa dilakukan sampai ada sertifikat laik fungsi (SLF) jembatan layang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ini penting untuk menjamin keselamatan selama bus ini melintas di jembatan layang yang panjang.

“Tapi itu intinya adalah pada saat mengoperasikan sebuah jembatan, ini jembatan panjang, itu harus melalui pengkajian dan perizinan khusus. Ini yang lagi diurus oleh temen-teman Bina Marga,”kata Budi di Balai Kota Jakarta, Senin (19/6).

Berpegang pada rencana awal, operasional busway koridor 13 akan dilakukan tepat saat HUT DKI Jakarta 22 Juli 2017. Namun jika SLF belum juga diberikan oleh Kementerian PUPR, maka operasional dipastikan ditunda.

“Pak Gubernur bilang kalau enggak ada itu (SLF) ditunda ya kami sedang melakukan penjajakan itu semua,” katanya.

Namun secara armada bus, Budi memastikan semua sudah sangat siap. Namun jika belum mendapatkan izin secara penuh maka belum dapat secara total pengoperasian. “Kecuali uji coba, kalau uji coba boleh boleh saja, kaya sekarang kan kita ukur treknya semua,”

Budi mengakui sarana dan prasarana di koridor 13 masih perlu pembenahan. Mulai dari belum terpasangnya loket third style locket atau loket masuk dengan tapping in dan out. Hal tersebut bisa diatasi dengan menggunakan mesin electronic data capture (EDC) untuk pembayaran tiket.

“Mekanisme kita bisa lakukan, kenapa? supaya masyarakat ini bisa dilayani lebih baik, tapi kalau perizinan ini (SLF) tadi Pak Gubernur bersikeras tidak akan mengoperasikan sebelum itu ada.” [noe]

 

 

Referensi : https://www.merdeka.com/jakarta/operasional-transjakarta-koridor-13-tunggu-izin-kementerian-pupr.html

Most Popular

Recent Comments