Pakistan Beri Penghargaan Warga Korban Penembakan Teroris di Selandia Baru

0
218

Pemerintah Pakistan memberikan penghargaan kepada warga negaranya yang menjadi korban penembakan teroris di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, Christchurch, Selandia Baru. Naeem Rashid (49) warga negara Pakistan yang meninggal dalam insiden pada Jumat (15/9) itu dianggap sebagai pahlawan oleh negaranya.

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan menilai Rashid sebagai figur yang berjasa karena berusaha menghentikan serangan. Rashid akan dihormati secara anumerta dengan penghargaan nasional.

“Pakistan bangga dengan Mian Naeem Rashid yang mati syahid berusaha mengatasi teroris supremasi kulit putih dan keberaniannya akan diakui dengan penghargaan nasional,” tulis Khan di Twitter, pada Minggu (17/3).

Rashid, warga negara asal Kota Abbottabad, sebelumnya dilaporkan luka parah akibat serangan di Masjid Al Noor, Kota Christchurch. Saat kejadian, ia sempat mencoba mengalahkan penembak, sebagaimana dinyatakan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Ia dikabarkan meninggal saat dilarikan ke rumah sakit, akibat luka tembak di sejumlah titik yang dilakukan pelaku. Demikian dilansir dari Al Jazeera, Senin (18/3).

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyampaikan, putra Rashid bernama Talha Naeem (21), juga tewas dalam serangan teroris tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan menyampaikan Rashid dan Talha akan dimakamkan di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Rashid pindah ke Selandia Baru beberapa waktu lalu untuk bekerja sebagai pengajar di kota Christchurch. Ia membawa serta anaknya yang diketahui merupakan lulusan teknik sipil.

Pahlawan Keluarga

Istri Rashid, Ambreen mengatakan bahwa Talha dan ayahnya adalah pahlawan.

“Putraku dan suamiku adalah pahlawan. Ini adalah masjid yang selalu mereka kunjungi. Saya masih tidak bisa mengerti atau percaya mengapa dan bagaimana ini terjadi,” jelasnya.

“Tapi, saya tahu bahwa suami saya adalah seorang pahlawan. Dia selalu membantu orang dan bahkan di saat-saat terakhirnya, dia melakukan apa yang bisa dia lakukan untuk membantu orang lain,” lanjut Ambreen kepada Khaleej Times.

Adik ipar Rashid, Naema Khan juga mengatakan pada kesempatan berbeda bahwa dalam rekaman penembakan masjid di Selandia Baru yang sempat viral, Rashid terlihat berusaha menghentikan penyerang.

“Dia akan menjadi pahlawan kita,” kata Naema.

Saat ini, ibu Rashid tengah memohon dukungan mendesak agar dapat mengunjungi Selandia Baru, mengingat Ambreen berada di Negeri Kiwi itu seorang diri.

Imam Masjid Fiji Meninggal

Sementara itu, kabar duka juga datang dari seorang imam salah satu masjid di Fiji. Hafiz Musa Patel, yang sering dipanggil sebagai Haji Patel, turut menjadi korban insiden penembakan masjid di Selandia Baru yang terjadi pada Jumat, 15 Maret 2019. Hal itu telah dikonfirmasi Liga Muslim Fiji.

Patel meninggalkan Fiji pada tiga pekan lalu, memutuskan bepergian ke Selandia Baru dalam rangka mengunjungi kerabatnya, sebagaimana dikutip dari CNN. Paat saat kejadian nahas terjadi, ia merupakan salah satu jemaah yang tengah akan melaksanakan salat jumat di masjid Kota Christchurch.

Patel merupakan imam di Masjid Lautoka Jame, Fiji, selama 25 tahun terakhir.

Sebelumnya, Perdana Menteri Fiji Voreqe Bainimarama mengatakan pada Minggu (17/3), ada salah seorang warga negaranya di antara korban serangan teroris brutal penembakan masjid di Selandia Baru. Meskipun demikian, Bainimara tidak menyebutkan eksplisit nama korban.

“Janganlah kita melupakan warga Fiji kita yang menjadi korban, atau saudara dan saudari kita di Selandia Baru,” kata Bainimara dalam sebuah acara untuk mengenang korban penembakan itu.

“Kepada keluarga korban, Anda mendapat dukungan tidak hanya dari Fiji dan Negeri Kiwi, tetapi juga orang-orang dari seluruh dunia yang mengadakan acara seperti ini untuk menghormati pria, perempuan, dan anak-anak tak berdosa yang kehilangan nyawa mereka. Kami bersama Anda,” pungkasnya.

 

Sumber : Merdeka.com