PANGLIMA TNI Pimpin Upacara SERTIJAB KOORSAHLI Di MABES TNI Cilangkap

0
588

1 (1)Liputan HOC : Kamis (03/04/2014) bertempat di Aula / Lobby Mabes TNI Cilangkap dilaksanakan upacara sertijab Koorsahli, Asintel dan Kapuspen TNI yang dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko.

Kondisi berupa kodrat ancaman yang dihadapi bangsa kita saat ini, telah melebar dari ranah militer ke ranah budaya, ekonomi, politik, dan bahkan ke ranah filsafat.

Globalisasi telah turut memicu proliferasi ancaman terhadap stabilitas nasional, dan globalisasi secara halus juga telah mengancam bangsa dan negara, baik secara institusional maupun kultural.

Secara  institusional,   kendali   negara   pada   perekonomian   telah  dilemahkan   oleh kekuatan   ekonomi global, sedangkan secara kultural negara diancam oleh identitas dan  ideologi  sub-nasional  dan  supranasional,  yang  secara  bertahap  telah  merusak sendi-sendi ketahanan kultural masyarakat Indonesia, dan yang pasti akumulasi proliferasi ancaman tersebut akan melemahkan instrumen militer.

Pemahaman  ini  harus  menjadi  kesadaran  dan  kecerdasan  TNI  dalam manajemen operasional sumber daya  bagi tugas menjaga dan memelihara stabilitas nasional.  Berangkat dari pemahaman tersebut, sejak dini dan menjadi prioritas, maka dari itu Panglima TNI telah mengeluarkan short cut kebijakan, salah satunya adalah penguatan intelijen TNI, dengan inti penguatan pada Bais TNI, karena melalui penguatan ini kita bisa mengikuti kecenderungan proliferasi ancaman yang berkembang saat ini dan masa mendatang.

2 (2)Sangat diharapkan pergantian Asintel Panglima TNI  dapat memberikan arah yang dapat menjangkau tiga  langkah ke depan, guna menghadapi lompatan implikasi globalisasi,guna mencapai arah tersebut, supaya dibangun manajemen dan struktur intelijen TNI secara utuh serta komprehensif, karena TNI memiliki SDM yang cukup besar,   dengan   konvergensi yang harus diformat menuju satu arah pelaksanaan tugas dan peran TNI.

Pengarahan Panglima TNI kepada  Asintel diharapkan juga dapat mengaktifkan skenario parsial, guna membuka kecenderungan konspirasi pelemahan unsur-unsur kekuatan negara, yang dapat dibaca melalui UUK dan PIL, yang hasilnya menjadi bahan penguatan keputusan pimpinan, dihadapkan  kepada kecenderungan  perkembangan  lingkungan,  khususnya menghadapi  Pemilu  2014,  yang  harus sukses  dalam  penyelenggaraan  dan  sukses dalam pemilihan kepemimpinan nasional.

Dengan menggunakan dan mengembangkan pendekatan smart power dengan mengedepankan soft powerdan dalam tugas-tugas intelijen, melalui optimalisasi dialog dan komunikasi dua arah, karena sejatinya pada saat ini intelijen bukanlah sosok yang menyeramkan dan misterius. Pada sisi lain, penguatan keputusan pimpinan akan sangat tergantung pada ketersediaan  informasi  dan  analisis,  yang  menjadi porsi Koorsahli  Panglima  TNI sebagai  policy advisor.

3 (2)Staf Ahli Panglima TNI harus senantiasa   meningkatkan kompetensi, dalam mengidentifikasi dan menganalisa isu-isu  strategis yang berkembang,  baik  dalam konteks nasional  maupun internasional,  setidaknya  terdapat tiga substansi yang harus menjadi domain Staf Ahli Panglima TNI, yaitu :

  • Pertama, meningkatnya kompleksitas tugas yang harus dihadapi oleh TNI.
  • Kedua,     perkembangan  nilai-nilai demokrasi, yang membuat TNI harus semakin transparan, responsif dan partisipatif di dalam membuat  kebijakan  dan  implementasi  tugas.
  • Ketiga,  akurasi  perumusan kebijakan dalam  optimalisasi  penggunaan  sumberdaya  bagi pelaksanaan  tugas  dan peran TNI.

4 (2)Sebagai komponen bangsa dalam melaksanakan tugas dan perannya, TNI tidak terlepas dari kehidupan masyarakat, yang secara langsung akan mengkait dengan kehidupan prajurit, dalam kaitan tersebut, peran dan  tugas  Puspen  TNI sebagai bridging factor  TNI dengan segenap prajurit dan masyarakat,   merupakan salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan tugas dan peran TNI ucap Panglima TNI.

Puspen TNI harus bekerja profesional dan proporsional, dengan berpedoman pada sepuluh kebijakan Panglima TNI bidang penerangan dan informasi, yang secara kreatif harus dikembangkan, serta diimplementasikan melalui penggunaan teknologi media komunikasi dan media dunia maya yang berkembang. Dalam kaitan semua itu, kepada Mayor Jenderal TNI Hardiono Saroso., Laksamana Muda TNI Amri Husaini dan Mayor Jenderal TNI Mochamad Fuad Basya, atas jabatan yang disandang menuntut dedikasi, loyalitas dan profesionalisme, bagi  pelaksanaan  tugas  dan  peran  TNI,  di  tengah  perkembangan kehidupan nasional dan global yang terus bergerak dinamis.

Diakhir amanat Panglima TNI memberikan ucapan kepada Mayor Jenderal TNI Leonardus J.P Siegers,S.I.P., Mayor Jenderal TNI Tisna Komara dan Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, S.E., “selaku pribadi dan atas nama komando, terima kasih dan penghargaan, atas pelaksanaan tugas selama ini”.

5

Foto Ucapan selamat kepada Mayor Jenderal TNI Mochamad Fuad Basya atas jabatan barunya sebagai Kapuspen TNI, yang dilahirkan di Bukit Tinggi tanggal 17 Juli 1957, Lulusan AKABRI Tahun 1981, dengan latar belakang pendidikan militer Lemhannas lulus tahun 2007   dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Waaslog Kasad Tahun 2007, Waasrenum Panglima TNI Tahun 2008 dan Pa Sahli Tk-III Bid. Hubint Panglima TNI Tahun 2010

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here