Friday, September 24, 2021
Home Nasional Panglima TNI: Sel-Sel ISIS di Indonesia Harus Diwaspadai

Panglima TNI: Sel-Sel ISIS di Indonesia Harus Diwaspadai

Setelah diadakan pengawasan hampir ke semua provinsi di Indonesia kecuali Papua, diketahui bahwa memang ada sel-sel ISIS di Indonesia hanya saja saat ini masih tidur. Hal ini harus terus diwaspadai karena begitu sel-sel yang tidur dibangunkan maka akan ada berbagai spot konflik di Indonesia yang beraliansi dengan Islamic State.

Demikian diungkapkan Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, saat memberikan sambutan pada acara Buka Puasa Bersama Panglima TNI dengan Insan Pers di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin malam (12/6).

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa kejadian di Marawi sudah diprediksinya enam bulan yang lalu dan sudah disampaikan saat ceramah ke kampus-kampus di wilayah Indonesia. “Berdasarkan data intelijen terungkap bahwa Bahrun Naim membentuk Islamic State Asia Tenggara di Filipina Selatan bersamaan dengan peristiwa penculikan-penculikan termasuk WNI karena ISIS di Suriah dan Irak sudah tidak aman dan terdesak,” ucapnya.

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta agar media berperan dalam mengingatkan seluruh masyarakat apabila ada orang yang tidak dikenal agar melaporkan ke TNI dan Polisi serta aparatur pemerintah lainnya. “Saya yakin rekan-rekan media semua sama-sama berjuang untuk memberikan pengabdian yang terbaik hanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sama-sama kita cintai supaya kita dapat menyaksikan Indonesia menjadi bangsa pemenang yang akan diwariskan kepada anak cucu kita nanti,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan awak media, Panglima TNI menjelaskan bahwa Undang-Undang Terorisme Nomor 15 tahun 2003 adalah Undang-Undang Pidana yang dibuat berdasarkan tekanan dari internasional untuk mengungkap peristiwa bom Bali yang lalu. “Sebelum adanya Undang-Undang Terorisme Tahun 2003, ada 3 bom meledak, namun setelah adanya Undang-Undang ada sekitar 40 bom yang meledak di wilayah Indonesia. TNI hanya minta agar terorisme itu dinyatakan sebagai kejahatan terhadap negara,” tegasnya.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan untuk mengantisipasi penyusupan teroris dari Marawi lewat laut maka Indonesia, Malaysia, dan the Phillipines (Indomalphi) sepakat mengadakan kerja sama patroli maritim. “Ketiga negara tersebut yang diwakili masing-masing Menteri Pertahanan akan berkumpul di Tarakan pada tanggal 19 Juni 2017 untuk launching Trilateral Maritime Patrol (TMP) Indomalphi,” ucapnya.

 

Sumber : Panglima TNI: Sel-Sel ISIS di Indonesia Harus Diwaspadai
Panglima TNI: Sel-Sel ISIS di Indonesia Harus Diwaspadai
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments