Monday, January 24, 2022
Home Nasional Pantun persatuan ala Ketua DPR

Pantun persatuan ala Ketua DPR

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo melantunkan pantun di sela sela pidatonya saat memimpin sidang tahunan kenegaraan bersama DPR dan DPD di Gedung DPR RI, Kamis (16/8). Lewat pantun, Bamsoet sapaan akrabnya meminta para pihak menjaga persatuan di dalam pemilihan politik Pilpres 2019.

“Kapal berlayar mengarungi lautan,
Penumpang duduk dekat haluan,
Karena pilpres ada dua pasangan,
Mari kita jaga persatuan,”.

Pantun itu bentuk keprihatinan lantaran terkoyaknya persatuan dan kesatuan karena perbedaan pilihan politik. Bamsoet mengingatkan, perbedaan pandangan politik jangan dijadikan saling hujat yang membahayakan kebhinekaan.

“Bayangkan, karena berbeda haluan politik, tokoh agama acap kali dihujat. Petinggi partai politik dicaci-maki. Presiden dan lembaga-lembaga negara sebagai simbol kedaulatan negara dilecehkan. Mereka dianggap tak mampu. Program pemerintah dianggap nihil. Perbedaan politik dikutuk. Kritik berubah menjadi pembunuhan karakter yang kejam. Fondasi berbangsa digoyang dengan isu SARA. Ditambah lewat strategi politisasi agama yang berakibat menguatnya politik identitas,” kata Bamseot menjelaskan.

“Akibatnya, kebinekaan kita dalam bahaya. Semua orang cenderung menyatakan diri merasa paling benar. Kerukunan umat beragama justru dianggap tabu. Akal sehat dianggap nista,” sambungnya.

Dia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk melaksanakan pemilu 2019 nantinya secara damai dan gembira. Tentunya, tanpa tercederai dengan politik identitas.

“Mari kita jadikan Pemilu 2019 sebagai ajang adu program untuk mempercepat laju pembangunan agar pada usia 100 tahun kemerdekaan, Indonesia menjadi negara maju, modern, adil dan sejahtera, serta sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia,” imbuhnya.¬†[noe]

 

 

Sumber : Merdeka.com

Most Popular

Recent Comments