Tuesday, August 3, 2021
Home Nasional Partai baru tak diperkenankan ikut kampanyekan capres-cawapres

Partai baru tak diperkenankan ikut kampanyekan capres-cawapres

Partai baru tidak diperkenankan untuk melakukan kampanye bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden nanti. Hal ini disampaikan oleh Komisioner KPU Hasyim Asyari usai Uji Publik Peraturan KPU (PKPU).

“Yang dapat mengkampanyekan, mestinya partai yang akan mengusungkan (calon),” ucap Hasyim di Gedung KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/3).

Hasyim menambahkan hal tersebut termasuk mengenai pemasangan foto-foto capres dan cawapres. Maka, partai baru juga tidak diperkenankan untuk memasangnya, sebab dirasa tidak ada bedanya dengan bentuk kampanye.

“Itukan sama dengan mengkampanyekan toh, pandangan kami, mencalonkan aja enggak, kok mengkampanyekan?,” katanya.

Adanya relasi antara presiden dan parpol yang memiliki kursi di DPR pada periode saat ini, menjadi salah satu alasan tidak relevannya kampanye untuk capres dan cawapres oleh partai baru.

“Sebetulnya dilihat dari siapa yang mencalonkan kurang relevan ya. Karena apa? Yang namanya relasi dalam sistem pemerintahan antara presiden dan partai yang punya kursi di DPR. Ini aja kan jadi problem kalau misalkan ikut-ikutan,” papar Hasyim.

Namun, karena hal ini belum diatur secara rinci dalam rancangan Peraturan KPU (PKPU) Tahun 2019, maka, KPU akan merevisinya terlebih dahulu, sebelum peraturan ini ditetapkan.

“Iya, akan kita tegaskan,” ujar Hasyim.

Diketahui, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merupakan partai baru yang telah mendeklarasikan dukungannya terhadap Presiden Jokowi untuk menjadi presiden kembali di periode mendatang.

PSI sering menjadikan media sosial sebagai wadah untuk memaksimalkan berkampanye. Namun lewat kebijakan KPU yang nantinya akan ditetapkan, maka, partai yang dipimpin oleh Grace Natalie tersebut tidak dapat turut serta dalam meramaikan kampanye presiden dukungannya.

PSI sendiri merupakan partai paling awal yang memberikan dukungannya terhadap Jokowi untuk kembali menduduki posisi sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Selain PSI, Jokowi maju sebagai capres pada pilpres Tahun 2019 dengan didukung oleh 7 parpol lainnya, yaitu PDIP, Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, Partai Perindo, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

 

 

 

Sumber : https://www.merdeka.com/politik/partai-baru-tak-diperkenankan-ikut-kampanyekan-capres-cawapres.html

Most Popular

Recent Comments