Saturday, October 16, 2021
Home Nasional Partai Republik Jadi Korban Penyalahgunaan Jabatan KPU dan Bawaslu

Partai Republik Jadi Korban Penyalahgunaan Jabatan KPU dan Bawaslu

Partai Republik menjalani sidang gugatan terhadap Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU-RI), di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli, saksi fakta dan penyerahan bukti.

Saksi Fakta, Wasekjen Partai Republik, Warsono menjelaskan dilemanya partai politik sekarang ini karena tidak duduk di Senayan, sehingga mereka tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Apalagi ada upaya untuk penyederhanaan parpol.

KPU dengan didukung Bawaslu menerapkan wewenang yang melampaui batas, adanya campur aduk dan penyalahgunaan jabatan. Sehingga, ia menyebut, Partai Republik yang menjadi korbannya.

“Saya sebagai saksi fakta dalam persidangan, menyampaikan hal yang sebenarnya, tentu publik dapat melihat kebenaran terhadap apa yang dialami oleh Partai Republik. Mungkin publik akan sependapat dengan kami, andai ‘Partai Malaikat’ pun yang mendaftar di KPU sebagai calon peserta pemilu, maka dengan perilaku KPU dan Bawaslu terhadap Partai Republik, tentu tidak akan lolos menjadi peserta pemilu,” pungkas Warsono, Senin (2/4).

Sidang berjalan mulai sejak pukul 11.00 hingga tengah malam pukul 23.59 dengan menyerahkan dan memeriksa bukti. Bukti dokumen terdiri dari Keputusan KPU, keputusan Bawaslu serta dokumen bukti pendaftaran partai Republik dari Pusat hingga daerah.

Sidang akan digelar kembali pada Rabu (4/4) dengan agenda yang sama, yakni mendengarkan saksi ahli dan fakta dari pihak tergugat serta penyerahan bukti dan dokumen.

 

 

 

Sumber : Partai Republik Jadi Korban Penyalahgunaan Jabatan KPU dan Bawaslu
Partai Republik Jadi Korban Penyalahgunaan Jabatan KPU dan Bawaslu
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments