Monday, October 25, 2021
Home Nasional Pemerintah Ingin RUU Pemilu Memperkuat Sistem Presidensial

Pemerintah Ingin RUU Pemilu Memperkuat Sistem Presidensial

Pemerintah menginginkan RUU Pemilihan Umum (Pemilu) bakal memperkuat sistem presidensial di Indonesia serta memperkuat sistem kepartaian. Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Politik Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri, Bachtiar, saat Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Memilih Pemimpin Bangsa Melalui Penataan Sistem Pemilu” yang diselenggarakan oleh PPSN dan IKAL.

“Tujuan dari RUU Pemilu ini adalah pertama untuk memperkuat sistem pemerintahan presidensial. Kita tahu dalam 3 kali periode pemerintahan terakhir ini, selama ini sistem pemilu membuat pemerintahan tidak stabil,” ujar Bachtiar saat FGD di kantor PPSN, Jakarta, Senin (20/3).

Bachitiar menambahkan, untuk memperkuat sistem presidensial tentunya harus ada juga presidensial treshold. Tidak bisa ambang batas dalam pemilihan presiden dihilangkan, tentunya itu hanya akan memunculkan capres-capres yang tidak kuat.

“Mustinya strong eksekutif bukan strong legislatif seperti saat ini, ini yang ingin kita lakukan,” katanya.

Selama 3 periode pemerintahan, pemerintah atau eksekutif sulit bila menentukan arah kebijakan lantaran banyak terganjal oleh proses politik di DPR.

Selain itu, tujuan dari RUU Pemilu adalah memperkuat sistem kepartaian. Untuk itu dalam pembahasan RUU Pemilu saat ini, tengah dibahas untuk menggunakan sistem pemilihan umum terbuka terbatas.

Nantinya bila sistem ini digunakan dalam Pemilu, maka dalam pemungutan suara, masyarakat hanya akan mencoblos lambang partai. Sedangkan untuk calon legislatifnya dipilih sesuai dengan nomor urutnya.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/55191/pemerintah-ingin-ruu-pemilu-memperkuat-sistem-presidensial#ixzz4bpyImv9p

Most Popular

Recent Comments