Sunday, April 18, 2021
Home DKI Jakarta Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro, Salat Tarawih dan Idul Fitri Diperbolehkan

Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro, Salat Tarawih dan Idul Fitri Diperbolehkan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah) didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan), dan Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy (kiri) dalam telekonferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/4).

Harmoni Media – Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan meskipun saat Indonesia masih belum keluar dari situasi pandemi virus Corona atau COVID-19, namun ibadah di bulan suci Ramadan yakni salat tarawih dan salat Idul Fitri nanti tetap akan diperbolehkan.

“Yang harus dipatuhi adalah protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan dengan ketat. Jamaahnya boleh di luar rumah. Tapi dengan catatan harus terbatas pada komunitas, di mana para jemaahnya sudah dikenali satu sama lain. Sehingga jemaah dari luar mohon supaya tidak diizinkan,” ungkap Muhadjir Effendy, dalam telekonferensi pers yang dilaksanakan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/4).

Muhadjir juga mengingatkan untuk salat berjamaah ini, sebaiknya dilakukan sesederhana mungkin sehingga durasi waktu beribadah tidak terlalu panjang.

“Untuk salat Idul Fitri juga sama. Jadi diizinkan untuk melaksanakan salat di luar rumah, tetap jamaahnya harus bersifat komunitas yaitu dikenal satu sama lain, dan juga diupayakan untuk mematuhi protokol yang sangat ketat, dan supaya menjaga tidak terjadi kerumunan, terutama pada saat sedang akan datang menuju ke tempat salat jamaah, baik di lapangan maupun di masjid, maupun ketika saat bubar dari salat jamaah,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah kembali memperpanjang kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro mulai 6 April hingga 19 April 2021.

“Pemerintah menambahkan dan memperpanjang PPKM tahap berikutnya atau tahap kelima untuk dua minggu ke depan,” ujar Airlangga.

Pemerintah, kata Airlangga, juga menyertakan lima provinsi lain, yakni Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Selatan, Riau dan Papua, dalam kebijakan PPKM mikro, sehingga sampai saat ini kebijakan tersebut berlaku di 20 provinsi.

Ia menjelaskan sebelumnya, PPKM mikro sudah terbukti menurunkan kasus aktif COVID-19 di 15 provinsi yang menerapkannya, kecuali Banten.

“Banten yang terjadi kenaikan, karena memang Banten semula hanya Tangerang Raya sekarang sudah seluruh provinsi dan Banten kemarin juga dilakukan testing secara masif dan di samping itu juga memang karena baru mengikuti secara keseluruhan maka Banten masih agak naik. Tetapi, provinsi lain seluruhnya turun,” paparnya.

Perkembangan pandemi di tanah air diklaim pemerintah cukup membaik. Airlangga menjelaskan hal ini terlihat dari kasus aktif COVID-19 yang mencapai angka single digit atau 7,61 persen, di mana kasus aktif global menunjukkan angka 17,29 persen.

Kemudian angka kesembuhan sudah mencapai 89,68 persen, lebih tinggi dari tingkat kesembuhan di dunia 80,35 persen. Namun, kasus kematian akibat corona di tanah air masih belum membaik yakni 27,72, sedangkan angka kematian global berada pada level 28,18 persen.

Red

Most Popular

Recent Comments