Friday, September 24, 2021
Home Nasional Penanganan Penyakit Stunting Penting karena Berdampak pada Kecerdasan Anak

Penanganan Penyakit Stunting Penting karena Berdampak pada Kecerdasan Anak

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menekankan perlunya kualitas pelaksanaan intervensi pemberian gizi yang optimal. Puan menegaskan, bahwa intervensi penting untuk mengatasi penanganan penyakit stunting yang teritegrasi dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), penyediaan air bersih dan sanitasi.

Menurut Puan, rakor kali ini adalah tindak lanjut dari rapat pada 12 Juli 2017 lalu di Kantor Wakil Presiden (Wapres). Tujuan rapat untuk menajamkan berbagai identifikasi masalah agar menjadi lebih terfokus terhadap rencana kerja dan implementasi penanganan stunting. Penanganan stunting dirasa penting, lanjut Puan, karena berdampak pada kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, dan pada akhirnya mengakibatkan produktivitas yang rendah.

Stunting sendiri merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak dan balita akibat dari kekurangan gizi kronis. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan, dan pada awal masa anak lahir. Adapun intervensi yang sangat strategis dalam penanganan stunting adalah pada 1.000 hari pertama kehidupan (masa dalam kandungan dan sampai dua tahun, red).

“Pemerintah dalam RPJMN telah menargetkan dapat menurunkan prevalensi stunting dari status awal 32,9% turun menjadi 28% pada 2019. Sementara, berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2016, prevalensi stunting diperkirakan berada pada 27,5% yang menggambarkan bahwa kebijakan pemerintah dalam penanganan stunting sudah selaras dengan target RPJMN,” ujar Puan pasca Rakor Tingkat Menteri (RTM), di Kantor Kemenko PMK, Jl Medan Merdeka Barat No 3, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017).

Lanjut Puan, melalui rakor tersebut, diharapkan bentuk intervensi penanganan stunting mampu lebih efektif dan kementerian/lembaga akan memperkuat program serta kegiatan masing-masing untuk mempercepat penanganannya.

Penanganan stunting membutuhkan sinergi program Kementerian atau Lembaga yang secara regular telah dilaksanakan, yakni peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak, sosialisai dan edukasi untuk ASI Ekslusif, program 4 sehat 5 sempurna, dan pernikahan di atas usia 19 tahun untuk perempuan. Program lainnya yaitu, penguatan pelayanan kesehatan dasar berkualitas serta pembangunan infrastruktur air minum dan sanitasi.

Masih dari penuturan Puan, Kementerian atau Lembaga juga harus melakukan penguatan dan penajaman terkait penanganan stunting. Seperti melaksanakan kegiatan agar dapat menjangkau kelompok strategis yang lebih luas (ibu, anak, pasangan usia subur, keluarga, sekolah, dan lainnya). Di samping itu, membangun infrastruktur terkait dengan kesehatan agar dapat difokuskan di wilayah rawan stunting dan program-program Kementerian atau Lembaga lainnya juga dapat ikut mendukung kegiatan penanganan di wilayah tersebut.

Terakhir, Kementerian atau Lembaga yang memiliki tenaga lapangan, seperti pendamping PKH, penyuluh BKKBN, pendamping desa, dan lainnya pun harus dapat ikut memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan perilaku hidup sehat, termasuk memberikan materi sosialisasi dan edukasi secara masif oleh K/L.

Untuk diketahui, Presiden Grup Bank Dunia, Jim Yong Kim, akan berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden RI Joko Widodo. Dalam kunjungan selama dua hari tersebut, akan dibahas mengenai reformasi kebijakan di Indonesia, khususnya peningkatan pendapatan dan belanja yang efisien untuk infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM).

Menurut Kim, investasi anak usia dini sangat penting untuk mengakhiri epidemi stunting atau kurang gizi, dan ini adalah investasi yang paling efektif secara biaya bagi sebuah negara untuk mengurangi ketidaksetaraan, meningkatkan pertumbuhan di masa depan, serta kemakmuran.

 

 

 

Sumber : Penanganan Penyakit Stunting Penting karena Berdampak pada Kecerdasan Anak
Penanganan Penyakit Stunting Penting karena Berdampak pada Kecerdasan Anak
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments