Pendidikan Tinggi Bukan Solusi Menembus Revolusi Media

0
142

Agenda kedua hajatan jurnalisme yang memasuki hari ke empat Jumat (24/11) berlanjut ke Sunan Hotel, Solo, dengan mengusung tajuk konferensi journalism in the age of the 4th industrial revolution.

Era revolusi generasi keempat menghadirkan 6 narasumber hebat yang berkecimpung dalam dunia teknologi dan jurnalis, seperti Suwarjono ketua AJI, Roby Muhamad, A.Sapto Anggoro, Wahyu Dhyatmika, Sabine Tores (prancis), Jane worthington, dr. Ranga Kalansooriya (denmark) dan Irene Jay liu (APAC Google).

Konfrensi ini dimeriahkan 26 AJI kompleks masuk dalam serangkaian tiga agenda besar jurnalis antara festival media dan kongres AJI 2017 yang membahas tentang wajah jurnalisme di masa depan memasuki level digitas. Media kini berbeda dengan dulu yang dianggap sebagai alat pencuci otak, AJI berperan untuk melawan orde baru.

Apa yang dianggap oleh media elektronik dan media sosial hasilnya berbeda dengan isu yang bukan lagi homogen tapi sudah beragam. Pasalnya, timeline orang itu berbeda-beda dalam menentukan kebenaran yang berasal dari alogaritma. Melihat tingkat literasi orang berpendidikan pun tak mampu menghentikan berita kebenaran.

“Makin berpendidikan seseorang maka makin rentan mereka terkena hoaks dan semacamnya karena mereka andalkan opini yang mereka anggal lebih baik daripada orang awam” ungkap Robby Muhammad, Indonesian Sociologist and Lecture of Psychology Faculty Universitas Indonesia.

 

 

 

 

Sumber : Pendidikan Tinggi Bukan Solusi Menembus Revolusi Media
Pendidikan Tinggi Bukan Solusi Menembus Revolusi Media
Jitunews

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here