Penembakan di Utrecht Belanda, Tiga Pelaku Ditahan

0
72

Tiga tersangka diduga pelaku penembakan dalam trem di Kota Utrecht, Belanda, telah ditangkap aparat setempat. Penembakan yang terjadi Senin (18/3) itu menewaskan tiga orang.

Polisi menyampaikan, tersangka pertama adalah pria yang sama dengan foto dirilis saat memperingatkan warga agar tidak mendekati orang tersebut. Polisi mengindetifikasi pelaku bernama Gkmen Tanis (37) kelahiran Turki.

Menteri Kehakiman, Ferdinand Grapperhaus mengatakan, pihak berwenang dapat mengidentifikasi Tanis dari rekaman pengawasan dan mobil yang dipakai untuk melarikan diri dari tempat kejadian. Grapperhaus menambahkan, Tanis memiliki catatan kriminal. Demikian dilansir dari laman NBC News, Selasa (19/3).

Setelah penangkapan, tingkat siaga ancaman di Utrecht diturunkan menjadi level 4. Pejabat Belanda sebelumnya meningkatkan peringatan ancaman ke level tertinggi 5 setelah penembakan terjadi sekitar pukul 10.45 waktu setempat.

Ke polisian Utrecht mengumumkan melalui akun Twitter resminya bahwa tersangka tambahan dari serangan itu telah ditahan. Namun penangkapan tersebut tak dijelaskan dengan rinci. Pihak berwenang mengatakan pembaruan informasi disampaikan Selasa pagi.

Lima orang terluka dalam serangan itu dan tiga lainnya dalam kondisi cukup parah. Wali Kota Utrecht, Jan van Zanen sebelumnya mengatakan, sembilan orang terluka, tetapi versi polisi hanya lima orang menjadi korban.

“Kami memperkirakan motif teror. Doa kami bersama keluarga terdekat dan saksi peristiwa mengerikan ini,” kata Zanen.

Seorang jaksa penuntut mengatakan pada konferensi pers, memperkirakan ada kaitan serangan itu dengan terorisme, tetapi para penyelidik juga tidak mengesampingkan motif lain, termasuk dengan rumah tangga.

Sebelumnya polisi tengah mencari satu orang yang melarikan diri dari tempat kejadian dengan mobil, dan tidak tertutup kemungkinan jumlah pelaku akan bertambah. Mereka meminta kepada publik agar menyerahkan setiap foto diambil di daerah tersebut pada saat kejadian.

Tepat sebelum penembakan, mobil Renault Clio merah dibajak kurang dari satu mil dari tempat serangan dan kemudian ditemukan di tempat lain di kota itu.

Setelah penembakan itu, polisi paramiliter meningkatkan keamanan di bandara dan infrastruktur vital lainnya. Keamanan juga ditingkatkan di masjid-masjid dan semua trem dihentikan. Sekolah-sekolah lokal menutup pintu mereka dan orang-orang pada awalnya disarankan untuk tinggal di dalam rumah, tetapi mereka kemudian diberitahu bahwa mereka bisa keluar rumah atau bangunan lainnya.

Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte mengungkapkan keprihatinannya dengan insiden itu dan segera menggelar pertemuan khusus. Menteri Kehakiman Ferdinand Grapperhaus menyarankan masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.

Raja Willem-Alexander dan Ratu Mxima mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kekerasan seperti ini tidak dapat diterima.

“Sangat menyakitkan bagi kami bahwa tiga orang telah meninggal hari ini dan yang lainnya terluka. Mari kita berdiri bersama untuk masyarakat di mana orang merasa aman, kebebasan dan toleransi menjadi terdepan. Doa kita bersama orang-orang di Utrecht.”

Utrecht adalah kota pendidikan yang terletak sekitar 25 mil selatan Amsterdam. Kekerasan bersenjata jarang terjadi di Belanda. [pan]

 

Sumber : Merdeka.com