Penembakan Masjid di Selandia Baru, Empat Orang Ditangkap

0
46

Polisi menangkap empat orang menyusul insiden penembakan di dua masjid yang ada di Kota Christchucrh, Selandia Baru pada Jumat (15/3) siang waktu setempat. Saat penembakan terjadi, para jemaah masjid sedang bersiap menjalankan salat jumat.

Dilansir dari laman Stuff, Selandia Baru, bom juga ditemukan setelah insiden penembakan yang diperkirakan menewaskan 30 orang.

Sumber mengatakan sembilan orang telah tewas dan sebanyak 30 orang dikhawatirkan tewas setelah penembakan di Masjid Al Noor di Deans Ave dan Masjid Linwood di Linwood Ave pada Jumat sore. Polisi bersenjata juga terlihat di SMA Papanui.

Komisaris Polisi Mike Bush mengatakan polisi setempat telah melakukan beberapa tindakan sangat tegas untuk menangkap keempat orang di Christchurch.

Bush juga mengatakan pihaknya juga menemukan alat peledak rakitan dan dijinakkan oleh petugas.

Sejumlah orang tewas dalam penembakan itu, tetapi Bush belum mengonfirmasi berapa banyak korban yang dipastikan tewas.

Polisi sedang menyiapkan fasilitas bagi orang-orang untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang keluarganya yang berpotensi terkena dampak.

Bush meminta penduduk Christchurch untuk tinggal di dalam rumah dan meminta semua masjid di seluruh Selandia Baru menutup gerbang mereka sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

“Kami mendesak warga Selandia Baru untuk tetap waspada dan melaporkan segala perilaku mencurigakan segera ke 111,” imbaunya.

Polisi juga meminta orang-orang untuk tidak membagikan rekaman video insiden penembakan Deans Ave tersebut.

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan peristiwa ini adalah hari tergelap negerinya.

“Ini adalah aksi kekerasan yang luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya. Kekerasan seperti ini tak memiliki tempat di Selandia Baru,” jelasnya.

“Banyak orang yang terkena dampak kekerasan ekstrem ini berasal dari komunitas pengungsi dan migran kami. Selandia Baru adalah rumah mereka. Mereka adalah kami,” jelasnya.

“Mereka yang melakukan tindakan kekerasan yang belum pernah terjadi ini, tak ada tempat di rumah kami untuk mereka,” tegasnya.

Rumah Sakit Christchurch telah disterilkan dan polisi bersenjata memeriksa semua kendaraan di luar. Staf rumah sakit memperkirakan sekitar 40 hingga 50 orang terluka. [noe]

 

Sumber : Merdeka.com

Comments

comments