Saturday, October 16, 2021
Home Nasional Pengakuan Terdakwa Suap Pajak Soal Fadli, Fahri, dan Syahrini Ini Berbeda?

Pengakuan Terdakwa Suap Pajak Soal Fadli, Fahri, dan Syahrini Ini Berbeda?

Penyanyi cantik, Syahrini, serta Wakil Ketua DPR RI, yakni Fadli Zon dan Fahri Hamzah diduga tersandung masalah pajak. Kabar ini terkuak lantaran nama ketiga orang tersebut disebut-sebut dalam persidangan kasus suap pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia.

Terkait hal itu, mantan Kasubdit Ditjen Pajak, Handang Soekarno–yang didakwa menerima suap dari Rajamohanan–pun langsung membantahnya. Handang menegaskan, ketiga nama tersebut akan disosialisasikan sebagai imbauan kepada wakil rakyat dan kalangan artis untuk mengikuti program pengampunan pajak.

“Oh nggak, enggak ada. Ketiga nama itu menjadi contoh untuk program pengampunan pajak atau tax amnesty. Fahri dan Fadli akan dijadikan contoh dari wakil rakyat yang menjalani program pengampunan pajak. Untuk kalangan artis, dipilih Syahrini,” beber Handang usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (21/3).

 

Lebih lanjut, Handang menyebut, berkas laporan pajak tersebut bukan bukti permulaan mengenai permasalahan pajak ketiganya. Berkas tersebut, kata dia, sengaja disimpan di tas lantaran dirinya sebagai salah satu tim monitor evaluasi dari program pengampunan pajak. Namun tak disangka, dirinya dicokok KPK dalam operasi tangkap tangan beberapa waktu lalu.

“Jadi gini, kebetulan saat saya ditangkap, itu kan saya pulang kerja. Jadi berkas itu kan ada di tas saya, tas kerja. Jadi itu kerjaan sehari-hari,” tukas Handang

Namun, pengakuan Handang tersebut bertolak belakang dengan kesaksiannya di sidang perkara suap penghapusan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (21/3) lalu.

Saat itu, di hadapan majelis hakim, Handang mengaku selalu mendapatkan data wajib pajak yang diduga bermasalah dari kantor wilayah seluruh Indonesia. Data tersebut dilaporkan kepada Dirjen pajak Ken Dwijugiasteadi melalui ajudannya, Andreas Setiawan alias Gondres.

Dari pengakuan tersebut, Jaksa KPK pun lantas menduga ada permainan kemplang pajak yang dilakukan Ken dan Handang melalui Gondres. Terlebih, pihak KPK memiliki bukti pesan singkat berbasis aplikasi antara Handang dengan ajudan Ken yang menggunakan istilah ‘Undangan’ dan ‘Paketan’ untuk mengganti kata uang suap.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/55346/pengakuan-terdakwa-suap-pajak-soal-fadli-fahri-dan-syahrini-ini-berbeda#ixzz4c1YCe2Mr

Most Popular

Recent Comments