Friday, September 24, 2021
Home ENERGI UMUM Pengamat Sebut Indonesia Belum Perlu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Pengamat Sebut Indonesia Belum Perlu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Indonesia disebut-sebut tengah menghidupkan kembali asa untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Walaupun kalangan internasional sudah menganggap bahwa Indonesia sudah cukup mampu dan sudah saatnya menggunakan PLTN, nyatanya hingga tahun 2011 yang lalu masih berupaya mendapatkan dukungan publik.

Menurut Ketua Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Herman Daniel Ibrahim, Indonesia saat ini tidak membutuhkan PLTN karena masih banyak sumber energi yang lain.

“Kita tidak membutuhkan PLTN, karena sumber energi kita sangat banyak. Tinggal bagaimana mengembangkannya lagi,” ujar Herman usai diskusi di Universitas Andalas Padang, Jumat (7/7).

Selain itu, alasan lainnya adalah pembangunan PLTN ini membutuhkan anggaran yang sangat besar.

“Nuklir itu sangat mahal, Jepang kerugiannya sangat besar. Kalau negara tak kuat, bisa bangkrut,” paparnya.

Selain membutuhkan anggaran besar, Herman menilai ada resiko lainnya yang tidak kalah besar jika mengalami kebocoran. Tidak hanya berdampak pada kesehatan, tapi juga akan berdampak pada lingkungan.
“Resikonya sangat berbahaya. Bahkan, petani tidak bisa bertani hingga 25 tahun,” terangnya.

Dulu, lanjut Herman, Indonesia memang pernah akan membangun PLTN di Muria, Jawa Tengah, dan sudah sampai pada tahap studi tapak. Upaya itu dilakukan ketika wilayah tersebut masih terisolasi dan tidak banyak penghuni.

“Sementara Indonesia penduduknya banyak, tapi juga punya banyak energi. Masalahnya, teknologi penggarapannya masih minim. Jadi, lebih baik Indonesia gunakan Energi Baru Terbarukan (EBT),” cetusnya.

Herman mencontohkan beberapa negara yang membangun PLTN karena tidak ada sumber energi dan berpenduduk banyak. Seperti Jepang, Korea, Prancis, yang memiliki teknologi sendiri.

Meskipun masih banyak daerah yang belum dialiri listrik, Herman menyarankan agar Indonesia memanfaatkan sumber energi yang sudah ada, seperti gas maupun batubara.

“Sampai tahun 2100 cadangan energi gas dan batu bara kita masih sangat cukup. EBT di Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar. Salah satu kendala pengembangan energi terbarukan adalah lokasinya yang membuat mahal,” pungkasnya.

Penulis : Garry Talentedo Kesawa, Riana

 

Sumber : Pengamat Sebut Indonesia Belum Perlu Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments