Monday, October 18, 2021
Home Nasional Pengamat Terorisme: Polisi dan Tentara Dianggap Thogut atau Setan oleh ISIS

Pengamat Terorisme: Polisi dan Tentara Dianggap Thogut atau Setan oleh ISIS

Terkait teror yang menimpa aparat kepolisian belakangan ini, pengamat terorisme, Al-Cahaidar, menilai, serangan tersebut dilakukan oleh ISIS Indonesia yang menamakan dirinya dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Pasalnya, para teroris itu masih menggunakan pola yang sama, yakni menyerang polisi dan menggunakan pisau atau sangkur saat menjalankannya aksinya, seperti yang terjadi di Medan dan Jawa Tengah.

“Serangan kepada kepolisian ini merupakan tugas utama sesuai dengan perintah dari ISIS di Syria dan Filipina. Sedangkan pola dengan melakukan aksi secara sendiri ini disebut lone wolve, mereka yang melakukan serangan ini biasanya menerima perintah langsung dari Bahrun Naim,” ungkap Al-Cahaidar, Minggu (2/7).

Lebih lanjut, Al-Chaidar menyatakan bahwa saat ini para teroris mengarahkan serangan teror mereka kepada tiga objek utama, yakni aparat kepolisian, tentara dan pusat perbelanjaan. Ketiga target ini menjadi objek teror karena dianggap sebagai thogut.

“Target teror kepada polisi dan tentara karena mereka dianggap Thogut atau setan oleh ISIS,” kata Al-Chaidar.

Serangan teror kepada aparat keamanan dengan menggunakan pisau dan sangkur, menurut Al-Chaidar, karena mereka semakin terdesak lantaran kekurangan persenjataan dan uang untuk melancarkan aksinya.

“Apalagi nantinya sudah ada fatwa untuk melakukan penyerangan dengan cara apapun,” tukas Al-Chaidar.

Diwartakan sebelumnya, dua orang anggota Brigadir Mobil (Brimob) ditikam orang tak dikenal di Masjid Falatehan, Jalan Palatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 19.40 WIB, Jumat (30/6/2017). Dua anggota Brimob itu diketahui bernama AKP Dede dan Briptu Syaiful. Keduanya mengalami luka di bagian wajah dan leher. Kini, keduanya tengah dirawat di RS Pertamina.

Polisi sendiri berhasil menembak mati pelaku penusukan yang diketahui bernama Mulyadi di lokasi yang tak jauh dari lokasi penusukan. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto, mengatakan, Mulyadi diketahui terafiliasi dengan kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syiria alias ISIS.

“Mulyadi merupakan simpatisan ISIS yang terkooptasi radikal dari materi-materi yang diunggah pada website radikal maupun group-group messenger radikal yang diikutinya,” tutur Rikwanto, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (2/7).

Rikwanto melanjutkan, Densus 88 Mabes Polri pun kini sudah menemukan rangkaian mobilitas dari Mulyadi sebelum ia melakukan menusuk dua anggota tersebut. Hal tersebut diketahui dari empat orang saksi yang telah diperiksa. Di antaranya kakak kandung Mulyadi, yakni Nismardanim dan kakak ipar Mulyadi di Cikarang serta dua rekan Mulyadi yakni Angga dan Zulkifli.

Soal pisau yag digunakanya untuk menusuk, kata saksi, Mulyadi ternyata mendapatkannya dari online shop.

“Pembelian tiga bulan lalu melalui online shop,” pungkas Rikwanto.

 

Sumber : Pengamat Terorisme: Polisi dan Tentara Dianggap Thogut atau Setan oleh ISIS
Pengamat Terorisme: Polisi dan Tentara Dianggap Thogut atau Setan oleh ISIS
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments