Sunday, May 29, 2022
Home Jitu News Penjelasan BPOM Tentang PCC di Kendari

Penjelasan BPOM Tentang PCC di Kendari

Kepala BPOM Sulawesi Tenggara (Sultra), Adilah Pababbari mengatakan obat yang beredar dan meresahkan masyarakat di Kota Kendari merupakan tablet PCC.

Adilah menjelaskan, tablet PCC memiliki kandungan paracetamol, kafein, dan carisoprodol. PCC merupakan obat ilegal yang tidak memiliki izin edar bahkan dijual perorangan tanpa kemasan.

“Salah satu kandungan dari PCC sendiri yakni carisiprodol, yang tergolong dalam obat keras berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan No 6171/A/SK/73 tanggal 27 Juni 1973 tentang Tambahan Obat Keras Nomor Satu dan Nomor Dua,” jelas Adilah di Kantor BPOM Sultra, Kamis (14/9).

“Efek daari obat ini sendiri untuk relaksan otot dan berlangsung singkat karena dalam tubuh segera metabolisme menjadi memprobamat. Memprobamat termasuk dalam psikotropika,” lanjutnya.

Dulu carisoprodol atau biasa disebut Somadril mendapat izin edar di Indonesia, namun pada tahun 2014 ditarik dan dilakukan pembatalan izin edar. Hal ini dikarenakan sejak tahun 2000 banyak dilaporkan banyak disalahgunakan.

Ada beberapa orang yang menggunakannya untuk menambah kepercayaan diri dan menggunakannya sebagai obat kuat bagi pekerja seks.

Saat ini pihaknya telah mengambil sampel dari tablet PCC dan juga cairan yang diminum oleh korban untuk dilakukan pengujian. Adilah juga sedang mencari tahu keterlibatan dan asal dari obat tersebut.

Sumber : Penjelasan BPOM Tentang PCC di Kendari
Penjelasan BPOM Tentang PCC di Kendari
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments