Penjelasan Erick Thohir Soal Kerjasama Mahaka Group dan Garuda Indonesia

0
47

Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjelaskan isu mengenai kerja sama perusahaan miliknya Mahaka Group dengan PT Garuda Indonesia. Menurutnya, kerja sama tersebut hanya sebatas kerjasama media dengan BUMN.

“Saya rasa, namanya perusahaan media dan OR pasti sudah berjalan sebelum saya menjabat. Sama seperti teman-teman di sini tidak mungkin tidak kerja sama dengan BUMN atau pemerintah,” ujarnya di Kantor DJP, Jakarta, Jumat (13/12).

Dia mengatakan, selama bekerja sama tidak ada aturan yang dilanggar oleh kedua perusahaan. “Catatan penting kerjasama itu sudah berjalan. Kalaupun ada baru, selama tidak menyalahi peraturan tidak masalah,” jelasnya.

Erick melanjutkan, tidak ada jaminan bisnis berjalan mulus bagi perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaannya. Dia menegaskan, apabila terdapat kecurangan maka harus dicopot.

“Jangan pikir sudah kasih kerjaan ke perusahaan saya dan ada kasus tidak baik atau korupsi dan tidak akan dicopot. Ya pasti akan makin saya copot. Saya bukan tipe apalagi nilainya cuma ratusan juta, saya bukan takabur ya buat saya sendiri Alhamdulillah sudah cukup,” jelasnya.

“Jadi kalau hal-hal itu nanti misal direksi atau teman-teman memanfaatkan untuk hanya kedekatan dengan saya itu tidak berguna seperti sudah disuarakan sebelumnya yang penting bekerja baik, makin banyak yang ngirim gambar yang ini bagus, yang ini bagus malah saya pertanyakan,” tandasnya.

Mahaka Group

Mahaka Group merupakan sebuah perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang media, telekomunikasi, rumah produksi, bioskop, elektronik, restoran, yayasan dan olahraga yang berpusat di Jakarta, Indonesia didirikan pada tahun 1992.

Erick Thohir merupakan penguasa di Mahaka Group. Perusahaan ini membeli Republika pada 2001. Mahaka Group melebarkan potensinya dengan mendirikan perusahaan media luar ruang bernama Mahaka Advertising seiring bertumbuhnya ekonomi dan masyarakat perkotaan pada 2002.

Grup Mahaka terdiri dari Mahaka Advertising, yaitu layanan jasa periklanan yang biasa kita lihat di billboard, jembatan penyeberangan orang dan lainnya. Kedua, PT Republika Media Mandiri. Perusahaan penerbitan ini menelurkan beberapa media terkenal seperti Harian Republika dan Republika Online.

Kemudian, ada JAK TV, televisi swasta Indonesia. Erick dikabarkan punya saham 50 persen di JAK TV. Ada pula Alive! Indonesia, layanan brand activation, creative agency dan event organizer. Perusahaan ini telah menangani beberapa event besar seperti launching mobil terbaru. Grup Mahaka mengakuisisi perusahaan ini dengan 80 persen saham senilai Rp 3,7 miliar.

Kemudian, ada PT Media Golfindo, yang menerbitkan majalah Golf Digest Indonesia, majalah seputar olahraga golf yang sasaran pasarnya tentu konglomerat penggemar hobi ini. Plus, melalui PT Mahaka Radio Integra, Erick memiliki saham di Gen FM dan Jak FM. Tak lupa, dia juga punya saham di TV One dan Viva News. 

Sumber : Merdeka.com