Monday, August 2, 2021
Home Nasional Perbuatan Fredrich Disebut Mens Rea, Ahli Hukum: Ada Kepentingan di Situ

Perbuatan Fredrich Disebut Mens Rea, Ahli Hukum: Ada Kepentingan di Situ

Dosen fakultas hukum Universitas Jenderal Soedirman, Noor Aziz, mengatakan seseorang yang meminta didiagnosis sebelum terjadi kecelakaan dapat dikenai tindak pidana. Perbuat itu termasuk dalam kategori mens rea atau niat berbuat kejahatan.

“Itu kan sudah jelas, wong kecelakaan belum terjadi dibilang kok bilang ada kecelakaan. Tercela apa atau nggak, hanya bapak KPK yang menilai itu tercela atau tidak itu majelis hakim,” ujar Noor Aziz ketika bersaksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (8/5).

Menurutnya, mens rea memiliki tujuan yang dimaksud oleh pelaku, karena da kepentingan sendiri atau orang lain.

“Kalau ada mens rea, pada umumnya ada sesuatu yang mau dituju. Apakah untuk kepentingan dia sendiri atau kepentingan orang lain, ada kepentingan di situ,” tuturnya.

Noor menyebut pelaku memiliki motif yang berbeda dalam melakukan hal itu.
“Kalau motif bisa macam-macam, membicarakan yang bukan unsur hukum untuk apa, unsur hukum itu kalau hubungan batin antara pembuat dan pelakunya hanya ada dua, intens sama kulfa,” jelas Noor.
Fredrich Yunadi disebut datang ke RS Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto mengalami kecelakaan mobil. Fredrich meminta diagnosis hipertensi, tapi berubah diagnosa kecelakaan.

Dapat Gelar Baru Usai Kasus Novanto, Fredrich: Alhamdulillah
Mantan pengacara Novanto itu menjadi terdakwa dalam kasus merintangi penyidikan KPK atas Setya Novanto. Fredrich bekerja sama dengan salah satu dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo untuk merekayasa agar Novanto dirawat inap untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

 

Sumber : Perbuatan Fredrich Disebut Mens Rea, Ahli Hukum: Ada Kepentingan di Situ
Perbuatan Fredrich Disebut Mens Rea, Ahli Hukum: Ada Kepentingan di Situ
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments