Pertamina Akan Bangun Proyek Listrik Terintegrasi di Bangladesh

0
296

PT Pertamina (Persero) dan Bangladesh Power Development Board (BPDP) telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pembangunan proyek listrik terintegrasi di Bangladesh.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan oleh Ginanjar, selaku VP Power New Renewable Energy Pertamina dengan Chairman of BPDP, Khaled Mahmood, dan disaksikan oleh Presiden RI, Joko Widodo, dan Perdana Menteri Republik Bangladesh, Sheikh Hasina di Dhaka.

“Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari MoU sebelumnya di sektor energi yang ditandatangani Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI dengan Ministry of Power, Energy and Mineral Resources of the Peoples Bangladesh pada 15 September 2017 lalu,” beber VP Coorporate Communication, Adiatma Sarjito, melalui keterangan tertulisnya, Senin (29/1) lalu.

Dalam MoU sebelumnya tersebut, Pertamina akan membangun dan mengembangkan proyek terintegrasi di Bangladesh yang terdiri dari Independent Power Producer (IPP) Combined Cycle Gas Turbine (CCGT) Power Plant dengan kapasitas 1.400 MW.

Proyek ini nantinya akan terhubung dengan fasilitas penerima LNG yang terdiri dari Floating Storage and Regasification Unit (FSRU), infrastruktur mooring dan off loading, serta jalur pipa gas baik subsea maupun onshore.

Dalam proyek ini, BPDB akan bertindak sebagai pembeli listrik yang dihasilkan oleh fasilitas terintegrasi tersebut. Adapun nilai investasi dari proyek ini diperkirakan sebesar 2 miliar dolar Amerika atau sekitar Rp 26,3 triliun, di mana proses penyelesaian konstruksi fasilitas ini akan membutuhkan waktu tiga tahun setelah tahap financial closing dicapai. Rencananya konstruksi akan dimulai pada 2019.

 

 

 

@jitunews http://jitunews.com/read/73988/pertamina-akan-bangun-proyek-listrik-terintegrasi-di-bangladesh#ixzz55kQlhCtv

Comments

comments