Wednesday, August 4, 2021
Home Nasional Pesan MUI untuk penceramah tak masuk daftar 200 mubalig

Pesan MUI untuk penceramah tak masuk daftar 200 mubalig

Munculnya 200 nama ulama yang direkomendasikan sebagai penceramah oleh Kementerian Agama menuai pro dan kontra. Ketua dewan dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammad Cholil Nafis, menilai hal itu lumrah dan bisa ada yang merasa senjang.Array

“Karena kita pasti senjang. Kalau mereka merasa tidak ini ya mereka sekolah lagi. Sama dengan kualifikasi orang yang tingkat S1, S2, S3, mana yang disenangi oleh masyarakat, karakter mana yang disenangi masyarakat. Itu yang akan dikembalikan ke masyarakat,” ujar Cholil di kantor MUI, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).

Dia menambahkan, perlunya tingkatan di lingkup mubalig agar masyarakat bisa mendapat penceramah agama sesuai dengan standar masyarakat itu sendiri. Sehingga, ceramah yang disampaikan oleh mubalig diterima dengan baik oleh jemaah.

“Untuk membedakan sebagai pelayan umat, menurut MUI ini loh tingkatannya,” imbuh Cholil.

Meski demikian, Cholil menuturkan, mubalig yang namanya masuk ke dalam daftar rekomendasi oleh Kementerian Agama berhak menolak tawaran tersebut. Sebab, rekomendasi tersebut tidak bersifat mengikat melainkan alternatif bagi masyarakat dalam mengundang mubalig di setiap kegiatan.

Jika masyarakat menemukan ketidaksesuaian atas penyampaian mubalig yang telah terstandarisasi dan masuk dalam daftar rilis Kemenag, MUI akan turun tangan bertanggung jawab selama ada pengaduan. Sebaliknya, MUI tidak bertanggung jawab terhadap pengaduan masyarakat terhadap mubalig yang tidak masuk dalam daftar.

“Dan kami akan bertanggung jawab atas itu. Rekomendasi juga bisa dicabut, rekomendasi ini juga tdak mengikat kalau misalnya tidak sesuai dengan kriteria silakan complain ke kami,” jelas dia. [lia]

 

 

 

Sumber : merdeka.com

Most Popular

Recent Comments