Pesawat Tempur Si Kumbang Masuk Museum Dirgantara TNI AU, Apa Istimewanya?

0
223

PT Dirgantara Indonesia (PT DI) menyerahkan pesawat tempur pertama buatan Indonesia, Si Kumbang, kepada Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspurdila), Selasa (17/10).

Pesawat buatan asli putra-putri Tanah Air itu diserahkan langsung oleh Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia PT Dirgantara Indonesia, Sukatwikanto, kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, untuk menjadi koleksi ke-50 di museum tersebut.

Sebagai informasi, Si Kumbang merupakan pesawat tempur yang pertama kali diterbangkan pada 1 Agustus 1954 oleh Capten Powers selama 15 menit di atas Lanud Husein Sastranegara di Bandung, Jawa Barat. Pesawat ini merupakan rancangan Mayor Udara Nurtanio Pringgodisuryo yang dibantu oleh 25 teknisi dalam waktu satu tahun.

Menurut Kasau Hadi, kehadiran Si Kumbang di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala sendiri diharapkan dapat memacu semangat generasi muda untuk mengembangkan industri dirgantara nasional.

“Seperti kita ketahui, Si Kumbang merupakan salah satu pionir industri dirgantara nasional, khususnya dalam bidang pesawat tempur. Ini adalah pesawat pertama yang dibuat anak bangsa. Di Indonesia sendiri hanya diproduksi 3 buah. Si Kumbang adalah pesawat dengan kode NU-200 karena engine-nya berkekuatan tenaga kuda. Jadi, 9 tahun setelah Indonesia merdeka, AU sudah bisa membuat pesawat bikinan anak bangsa dan pesawat itu adalah pesawat tempur serang darat, luar darat.,” ungkap Kasau Hadi kepada awak media, di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala, Selasa (17/10).

Melanjutkan semangat yang dibawa Si Kumbang, Kasau Hadi menyebut bahwa kini pihaknya juga sedang mengembangkan pesawat N-219 yang proses pembuatannya juga murni dikerjakan oleh anak bangsa.

“Si Kumbang adalah pesawat kebanggaan kita, karena dibuat orang yang makannya singkong. Kemudian 2017, kita sudah bisa membuat pesawat kedua karya anak bangsa, tanpa bantuan tenaga asing, yaitu pesawat N-219, yang Insya Allah kalau ada dana kita akan mass production. Untuk merajut nusantara, jadi daerah yang terpencil bisa dilewati N-219. Ini pesawat adeknya Si Kumbang,” tutur Kasau Hadi.

Lebih lanjut, Kasau Hadi mengatakan bahwa pengambilan pesawat yang sudah tidak beroperasi lagi itu kepada PT DI merupakan keinginan TNI AU sejak lama. Hal ini dilakukan agar bisa dialihkan ke Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala di Yogyakarta.

“Memang keinginan kita untuk mengambil pesawat dari PT DI yang selama ini jadi simbol PT DI untuk bisa kita alihkan ke Muspurdila. Muspurdila ini kan kunjungan wisatanya tiap minggu itu luar biasa, sehingga genearasi muda bisa melihat secara langsung pesawat buatan anak bangsa yang benar-benar murni, tanpa bantuan orang lain, yaitu Si Kumbang,” ujarnya.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PT DI, mudah-mudahan Si Kumbang jadi inspirasi kepada generasi penerus agar mereka mencintai dirgantara. Moda transportasi yang mampu merajut nusantara ini adalah pesawat udara, semoga generasi penerus bisa punya inspirasi seperti itu untuk mengembangkan teknologi dirgantara. Mudah-mudahan apa yang sudah diserahkan ke Muspurdila ini akan bermanfaat, karena Muspurdila ini adalah museum terbesar se-Asia Tenggara. Koleksinya paling banyak ada 50 pesawat, sementara itu koleksi museum keseluruhannya ada 2.000. Sebentar lagi akan nambah 11 pesawat lagi,” lanjut Kasau Hadi.

Saat disinggung soal anggaran perawatan pesawat koleksi Muspurdila sendiri, Kasau Hadi mengatakan bahwa anggaran perawatan tersebut tidak begitu mahal.

“Menurut saya, anggaran perawatannya tidak begitu mahal, paling untuk pencucian pesawat, penyemiran roda, pembersihan bagian dalam pesawat, karena tujuannya adalah supaya bangsa Indonesia melihat secara langsung pesawat-pesawat yang pernah digunakan AU, termasuk mungkin ke depan adalah pesawat-pesawat produksi anak bangsa dari PT DI,” pungkas Kasau Hadi.

Di kesempatan yang sama, Sukatwikanto pun menuturkan, harapannya Si Kumbang ini bisa menjadi wahana pembelajaran masyarakat untuk lebih mengenal sejarah industri dirgantara di Indonesia.

“Semoga sinergi TNI AU dan PTDI dapat terus ditingkatkan untuk mewujudkan pesawat-pesawat penumpang dan tempur untuk dihasilkan putra-putri Indonesia di tahun-tahun mendatang,” tukas Sukatwikanto.

Sumber : Pesawat Tempur Si Kumbang Masuk Museum Dirgantara TNI AU, Apa Istimewanya?
Pesawat Tempur Si Kumbang Masuk Museum Dirgantara TNI AU, Apa Istimewanya?
Jitunews

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here