PLN Gandeng Kejagung Kawal Proyek 35 Ribu MW

0
129

PT PLN (Persero) terus berusaha menyelesaikan proyek listrik 35.000 megawatt (MW). Proyek setrum di era Jokowi itu ditarget bakal rampung di tahun 2019. Untuk itu, perseroan menggandeng Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI guna mengawal pelaksanaan proyek dari aspek hukum.

Upaya tersebut diwujudkan dalam penandatangan kesepakatan bersama (MoU) tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, di Nusa Dua, Denpasar, Bali, Kamis (12/4).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Republik Indonesia, Loeke Larasati A., yang diikuti dengan penandatanganan kesepakatan serupa antara General Manager dan Direktur Utama Anak Perusahaan PLN dengan Kepala Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia.

Hadir dan turut menyaksikan acara ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN,) Rini Soemarno bersama Jaksa Agung RI H.M. Prasetyo.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengatakan, dalam melaksanakan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, selain dukungan dari sisi regulator, PLN tetap membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Salah satunya adalah melalui kerja sama yang baik dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia agar pekerjaan besar ini dapat selesai sesuai target dan ketentuan yang berlaku.

“Semoga kerja sama ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh jajaran Direksi dan manajemen PLN sehingga tidak ada keraguan dalam mengambil keputusan korporasi,” harap Rini.

Kemudian, Dirut PLN, Sofyan Basir, menyatakan, kerja sama ini adalah bentuk transparansi yang dilakukan dan bentuk kehati-hatian PLN dalam membangun infratruktur ketenagalistrikan. Dukungan dari kejaksaan selama tiga tahun kemarin kepada PLN sangat sukses khususnya dalam pembebasan lahan, kontrak yang dikawal betul dari Sabang sampai Merauke dan juga terkait masalah legalitas dan juga akuntabilitas.

“Kami juga ucapkan terima kasih untuk kejaksaan yang sangat mendukung dan mengawal dengan baik program 35 ribu MW yang saat ini tengah kami kerjakan,” ujar Sofyan.

Sofyan menambahkan, untuk menyediakan listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia, PLN mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun pembangkit listrik. Mulai dari Fast Track Program-1 (FTP-1), Fast Track Program-2 (FTP-) dan program 35 ribu Megawatt (MW) untuk memenuhi pertumbuhan listrik nasional.

“Dalam menjalankan tugas itu, PLN perlu dukungan dari Kejaksaan RI khususnya Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kejaksaan ini selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) membantu memberikan legal opinion dan bantuan hukum berupa penanganan masalah hukum atau pendampingan hukum kepada PLN,” jelas Sofyan.

Sofyan meyakini, legal opinion dari Jamdatun dapat menjadi acuan dan pendukung bagi suatu keputusan atau kebijakan yang diambil oleh manejemen PLN.

“Ini bagian dari salah satu bentuk kehati-hatian dalam mengambil putusan. Karena penafsiran hukum yang paling tepat adalah dari aparat penegak hukum,” papar dia.

Lebih jauh, dia menjelaskan, bantuan hukum dalam hal ada masalah hukum melalui litigasi yang bersifat strategis dan mendapat perhatian publik, tentu kehadiran JPN selaku kuasa hukum PLN sangat diperlukan.

“Juga termasuk bentuk kerja sama lainnya seperti mediasi. JPN menjadi mediator khususnya untuk penyelesaian hukum antar-BUMN yang dilakukan tidak melalui litigasi,” tambah Sofyan.

Pada kesempatan yang sama Jaksa Agung, HM Prasetyo, mengatakan peran PT PLN memiliki tanggung jawab besar selaku pengelola dan penyedia daya listrik.

Selain itu, kata Prasetyo, kerja sama ini merupakan bentuk sinergi dengan PLN yang saat ini tengah mengerjakan proyek 35 ribu MW.

“Selama ini PLN satu-satunya BUMN menyediakan tenaga listrik, dengan target peningkatan infrastruktur 35 ribu megawatt. Target ini bukan sekadar keinginan, tetapi juga kebutuhan karena semakin meningkatnya penggunaan listik,” pungkasnya.

 

Sumber : PLN Gandeng Kejagung Kawal Proyek 35 Ribu MW
PLN Gandeng Kejagung Kawal Proyek 35 Ribu MW
Jitunews

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here