Friday, September 24, 2021
Home ENERGI UMUM PLTU Jawa 4 Jadi Prototipe Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

PLTU Jawa 4 Jadi Prototipe Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

Proyek perluasan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Tanjung Jati B atau PLTU Jawa 4 diproyeksikan menjadi tolok ukur (benchmark) konstruksi pembangkit tenaga uap di Indonesia yang ramah lingkungan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan beberapa waktu yang lalu pada saat melakukan ground breaking. Proyek itu, diketahui menghabiskan dana investasi sebesar US$ 4,6 miliar.

“Masalah lingkungan hidup, mohon, tapi saya percaya Astra, Sumitomo dan Kansai Electric pasti bisa, mestinya memperhatikan faktor lingkungan hidup dengan sungguh-sungguh. Jadi, tidak ada dampak pencemaran lingkungan dan sebagainya karena yang saya tahu perluasaan ini menggunakan Ultra Super-Critical,” katanya, Kamis (31/8).

Selain itu, ia juga berpesan agar menjaga betul emisi gas buang. Sebab, pada tahun 2015 silam Indonesia sudah berkomitmen untuk mengurangi polusi udara.

“Mengenai emisi gas buang kami mohon dijaga betul karena komitmen Pemerintah Indonesia di COP-21 di Paris, Desember 2015 bahwa kita berkomitmen untuk mengurangi polusi udara. Makanya kita sudah bicara mobil listrik,” ucapnya.

Senada dengan Jonan, Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN, I Made Suprateka menjelaskan bahwa PLTU Jawa 4 merupakan sebuah purwarupa yang ramah terhadap lingkungan. Oleh karena itu, ia berharap agar PLTU Jawa 4 menjadi referensi pembangunan pembangkit listrik di Indonesia.

“Di Tanjung Jati ini adalah prototipe pembangkit yang bisa dijadikan benchmark oleh pembangkit di seluruh Indonesia baik itu Independent Power Producer (IPP) maupun pembangkit PLN. Harapan kita ke depan, pembangunan-pembangunan seluruhnya pembangkit yang ada di Indonesia mengacu pada pembangkit yang ada di sini,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bhumi Jati Power, Boy Gemino selaku konsorsium PLTU Jawa 4 menerangkan dengan penggunaan energi ramah lingkungan maka akan mengurangi penggunaan batu bara. Hal itu berkaitan dengan rendahnya emisi gas buang.

“Pada prinsipnya itu berdasarkan data empiris bisa menghasilkan efisiensi yang lebih baik apabila dibandingkan dengan conventional power plant. Sekitar 8 – 10 persen,” terangnya.

“Jadi untuk PLTU Jawa 4 ini kebutuhan batubaranya sekitar 7 juta ton per tahun. Dan kita sendiri sudah menandatangai beberapa supplier batubara terkemuka di Indonesia. Kerja sama (supply) ini akan berlangsung selama COD sekitar 25 tahun,” tambahnya.

 

 

Sumber : PLTU Jawa 4 Jadi Prototipe Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan
PLTU Jawa 4 Jadi Prototipe Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments