PN Jakut Akan Bijaksana Berikan Vonis Keadilan Bagi Novel Baswedan

0
167

Harmoni Media – Kebijakan untuk melakukan langkah akhir dalam mempertimbangkan suatu keputusan sangat diperlukan. Hal ini akan terlihat nanti dimana Pengadilan Negeri (PN) Jakarta, menjatuhkan vonis terhadap dua oknum polisi Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis terdakwa penyiram penyidik senior KPK Novel Baswedan, pada Kamis (16/7/2020),
tanpa intervensi dari mana pun secara independen dan konsisten.

Penjelasan ini disampaikan Humas II PN Jakarta Utara, Tumpanuli Marbun SH MH, berkeyakinan putusan majelis hakim pimpinan Djuyamto SH MH dengan anggota Agus Darwanta SH dan Taufan Mandala SH MHum benar-benar bersikap adil tanpa intervensi dari mana pun.

” Sebab, Majelis hakim tersebut independen, konsisten dan menjunjung kemerdekaan profesinya (hakim). Dengan begitu diharapkan baik kedua terdakwa maupun saksi korban Novel Baswedan menerima vonis tersebut dengan rasa keadilan terpenuhi,” terang Tumpal diruang kerjanya, Senin (13/7).

Tumpanuli Marbun mengingatkan jangan sampai ada kekhawatiran apalagi tudingan bahwa putusan bermuatan “sponsor”, kental nuansa politik apalagi putusan peradilan sandiwara. Meski hakim juga manusia, menurut Tumpanuli, sejak awal Ketua PN Jakarta Utara sudah mengkhawatirkan kemungkinan adanya “intrik-intrik” bakal mewarnai persidangan. Oleh karena itu, dipilih majelis hakim yang menanganinya yang betul-betul kuat menepiskan intervensi dari sisi mana pun datangnya.

“Sejak awal persidangan dilakukan secara live streaming. Dengan begitu semua fakta-fakta yang terungkap selama persidangan direkam sebagaimana adanya. Itu pula yang membuat persidangan itu menjadi jauh dari rekayasa, pemutarbalikan fakta apalagi persidangan sandiwara sebagaimana ditudingkan, ujarnya

Selain itu, karena jumlah saksi cukup banyak, 24 orang, maka agar masa penahanan kedua terdakwa tidak terlampaui persidangan pun dilakukan dua kali dalam sepekan untuk pembuktian atau keterangan saksi, ahli dan keterangan terdakwa.

“Kalau masih ragu dengan penjelasan saya ini,  dapat dibuktikan dengan memutar kembali live streaming PN Jakarta Utara di Youtube,” ujarnya.

“Tetapi perlu diingat semua pihak, majelis hakim terikat dengan surat dakwaan. Sesuai KUHAP pengejaran ke dalang atau aktor intelektual suatu kasus sepenuhnya tugas penyidik kepolisian. Majelis hakim sekali lagi terikat pada dakwaan, itu sesuai KUHAP,” ujar Tumpanuli menegaskan. (Butet)