Polisi belum terima surat permohonan izin 3 agenda aksi GNPF

0
488

Dir Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Merdisyam mengaku telah mengetahui akan adanya aksi yang dipelopori oleh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF). Gerakan tersebut bertemakan ‘Aksi Simpatik Menjaga Independen Hakim’.

“Kami lagi dalamin itu belum tau juga itu (benar atau tidak). Karena itu kan baru dishare-share aja itu. Belum ada yang secara pasti, kami masih dalami dari media sosial itu, dari mana,” kata Merdisyam usai dihubungi merdeka.com, Rabu (26/7).

Kata Merdisyam, pihaknya belum ada laporan resmi terkait hal tersebut. Sebab, info itu baru didapatkannya melalui media sosial.

“Belum ada laporan. Maksudnya itu kan di media sosial, kita juga baca,” katanya.

Sejauh ini, lanjutnya, pihaknya belum siap mengantisipasi kegiatan itu. Di mana kegiatan massa untuk melakukan long march diduga terkait keputusan persidangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Ya nanti kami lihat dulu. Kami kan juga baru tahu dan baru terima. Kami tak (mengandai-andai) dulu. Semua kegiatan kan ada aturannya. Sejauh ini, kami belum menanggapi karena ini baru di medsos saja,” akhirnya.

Dalam aksi itu, massa nantinya akan melakukan long march. Di mana terbagi dalam tiga agenda, pertama pada Jumat 28 April 2017 long march dari Masjid Istiqlal ke pengadilan negeri Jakarta Utara, di Jalan Gajah Mada Jakarta Pusat. Kedua tanggal 29 April sampai dengan 4 Mei, aksi bela Islam di Kejaksaan daerah masing-masing, juga memprotes kejahatan Jaksa yang bela penista agama dan tuntut copot jaksa agung RI.

Aksi ketiga pada Jumat 5 Mei 2017, massa akan long march dari Masjid Istiqlal ke Mahkamah Agung RI.

 

https://www.merdeka.com/peristiwa/polisi-belum-terima-surat-permohonan-izin-3-agenda-aksi-gnpf.html