Monday, January 24, 2022
Home Dunia Polisi Swedia tembak mati pemuda yang bawa pistol mainan

Polisi Swedia tembak mati pemuda yang bawa pistol mainan

Polisi Swedia di Stockholm menembak seorang pemuda yang membawa pistol mainan. Petugas mengira bahwa senjata itu sungguhan dan membahayakan banyak orang. Akibatnya, lelaki bernama Eric Torell ini tewas seketika di tempat kejadian.

Aparat terpaksa menembak Eric sebagai respons yang mereka sebut “situasi mengancam” pada Kamis, 2 Agustus 2018 pagi waktu setempat. Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa Torell memiliki riwayat down syndrome dan autisme.

“Eric dilaporkan hilang setelah meninggalkan rumah beberapa jam sebelumnya,” kata keluarga korban seperti dikutip dari BBC, Jumat (3/8).

Ibu Eric, Katarina Sderberg, mengatakan pistol mainan yang membuat anaknya terbunuh itu adalah hadiah. Dia menyebut bahwa putranya adalah “anak paling baik di dunia”.

Sderberg mengatakan kepada kantor berita Swedia , Expressen, bahwa Eric kesulitan berbicara dan hanya mampu mengucapkan dengan benar kata “mum”. Dia lalu menggambarkan mainan plastik yang dia bawa pada saat penembakan menyerupai senapan mesin ringan.

“Insiden itu sulit dimengerti. Dia bahkan tak akan melukai seekor lalat, bagaimana bisa terlihat akan menyakiti orang lain,” kata Sderberg.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 04.00 waktu setempat di Distrik Vasastan di Ibu Kota Swedia, Stockholm, setelah polisi menanggapi laporan seorang pria yang memiliki senjata.

Tiga petugas dilaporkan tiba di tempat kejadian dan mendekati pria 20 tahun itu. Petugas lalu memerintahkan Eric untuk membuang apa yang mereka yakini sebagai senjata berbahaya. Dia kemudian ditembak karena tak mematuhi perintah dan bertindak “mengancam”, kata polisi.

Eric sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong karena luka tembakan itu parah.

Sderberg mengatakan bahwa putranya telah meninggalkan rumah beberapa kali sebelumnya, tetapi selalu ditemukan atau dipulangkan.

“Investigasi atas kemungkinan adanya pelanggaran yang dilakukan polisi, sedang dilaksanakan,” lapor kantor berita Swedia itu.

 

 

Sumber : Merdeka.com

Most Popular

Recent Comments