Friday, September 24, 2021
Home Nasional Politisi PDIP Ini Tak Setuju Dubes Myanmar Diusir

Politisi PDIP Ini Tak Setuju Dubes Myanmar Diusir

Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Evita Nursanty, menegaskan, pihaknya tidak setuju akan desakan sejumlah pihak agar Pemerintah Indonesia mengusir duta besar (Dubes) Myanmar.

Evita mengklaim, pengusiran tersebut bukan sikap strategis dalam merespons pembantaian warga muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar.

“Kalau kita ambil sikap seperti itu, maka pintu bagi kita untuk membantu akan tertutup. Kita justru tidak bisa membantu mengatasi masalah di Rakhine. Dan kekerasan akan semakin memburuk,” beber Evita kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (2/9).

Lebih jauh, Evita pun mengimbau, sebaiknya, pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tetap pada pendiriannya membujuk pemerintah Myanmar menghentikan kebrutalannya menindas warga muslim Rohingya. Sehingga, upaya bantuan kemanusiaan yang digalang pemerintah dapat mudah dilakukan, imbu politisi PDI Perjuangan itu.

Evita mengaku khawatir, pengusiran Dubes Myanmar justru menyumbat komunikasi upaya keterlibatan pemerintah Indonesia mencegah situasi di Rakhine makin memburuk.

“Kami dukung langkah yang diambil Menlu RI untuk terus menjalin hubungan dengan pemerintah Myanmar. Dengan cara seperti itu kita bisa tetap memberikan bantuan bagi warga Muslim di sana,” ujarnya.

Dijelaskan Evita, Myanmar terkesan semakin abai terhadap masukan masyarakat internasional. Sejauh ini, kata dia, hanya Indonesia yang masih mendapat akses komunikasi dengan pemerintah negeri kekuasaan peraih nobel perdamaian Aung San Su Kyi itu.

“Kita lihat mereka telah menutup pintu untuk semua pihak, kecuali Indonesia. Kita harus gunakan pintu itu untuk membantu kemanusiaan,” tutup Evita, seperti diwartakan netralnewscom.

 

Sumber : Politisi PDIP Ini Tak Setuju Dubes Myanmar Diusir
Politisi PDIP Ini Tak Setuju Dubes Myanmar Diusir
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments