Sunday, August 1, 2021
Home Nasional Presiden Jokowi tinjau pembangunan taxiway Bandara Soekarno-Hatta

Presiden Jokowi tinjau pembangunan taxiway Bandara Soekarno-Hatta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau proyek pembangunan Taxiway dan Runway 3 di Bandara Soekarno-Hatta. Dia berharap, pembangunan taxiway dan runway ketiga ini dapat membantu mengurai lalu lintas udara yang kian padat di Bandara Soekarno Hatta.

“Oleh sebab itu kita terus bangun airport baru, terminal-terminal baru, termasuk yang kita bangun adalah Bandara Soekarno Hatta,” kata Jokowi di lokasi proyek pembangunan, Bandara Soetta, Tangerang, Banten, Kamis (21/6)

Pantauan di lokasi, Jokowi tiba sekitar pukul 10.00 WIB dengan menumpang sebuah bus eksklusif Bandara Soekarno Hatta. Dalam kunjungan ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin.

Presiden Jokowi pun menargetkan pembangunan proyek ini akan selesai secepatnya. “Konstruksi sudah dimulai. Diharapkan taxiway ini selesai pada akhir Desember 2018. Kemudian yang runway ketiga ini akan selesai pada Juni 2019,” imbuhnya.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura II (Persero) terus menggenjot peningkatan kapasitas sisi udara Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Caranya melalui pembangunan infrastruktur pendukung IRC-86, runway ketiga, dan east cross taxiway.

Pembangunan infrastruktur pendukung improve runway capacity 86 atau IRC-86 senilai Rp 625 miliar akan meningkatkan kapasitas dua runway eksisting hingga dapat mengakomodasi 86 penerbangan per jam pada Kuartal I/2018, dari saat ini rata-rata 76 penerbangan per jam.

Total, terdapat 12 proyek infrastruktur pendukung IRC-86 yang mencakup perluasan tempat parkir pesawat (apron) dan jalur penghubung runway dengan apron (taxiway), serta penambahan taxiway dan rapid exit taxiway yang dapat memangkas waktu tempuh pesawat dari runway menuju apron.

Adapun saat ini pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai sekitar 1.300 pergerakan per hari. Dengan kapasitas runway nantinya dapat melayani 86 penerbangan per jam maka arus pergerakan pesawat dapat lebih lancar sehingga membantu kinerja maskapai dalam hal on time performance (OTP).

 

 

Sumber : merdeka.com

Most Popular

Recent Comments