Tuesday, July 27, 2021
Home Dunia Produk Kerajinan Indonesia Dapat Sambutan Hangat di IICF Thailand

Produk Kerajinan Indonesia Dapat Sambutan Hangat di IICF Thailand

Partisipasi Indonesia dalam pameran International Innovative Craft Fair (IICF) 2017 di Bangkok, Thailand mendapat sambutan hangat. Berbagai tawaran kerja sama pun berdatangan.

Pameran produk seni dan kerajinan tangan yang diselenggarakan pada 23-26 Maret 2017 di Bangkok International Trade & Exhibition Centre (BITEC) itu membuat prospek ekspor produk kesenian Indonesia semakin bergairah.

“Pada hari pertama pameran, Paviliun Indonesia mendapat perhatian luar biasa dari masyarakat dan lembaga pemerintah seperti Kementerian Luar Negeri Thailand dan Asosiasi Handicraft negara-negara ASEAN. Banyak prospek kerja sama yang dihasilkan, antara lain dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Thailand serta Kadin negara ASEAN lainnya,” kata Atase Perdagangan Bangkok, Rita Tri Mutiawati, dalam siaran persnya kepada Jitunews.com, Rabu (12/4).

 

IICF merupakan kolaborasi antara seni dan kerajinan kreativitas. Dengan mengangkat tema Today Life’s Crafts, pameran ini bertujuan mengumpulkan para pecinta seni di ASEAN dan mitra internasional ASEAN. Pameran IICF menjadi sarana menciptakan ide baru seni dan kerajinan, serta upaya mempertahankan warisan kerajinan dan kebanggaan akan kerajinan negara asal.

Dalam ajang kali ini, terdapat 12 pelaku usaha dari Indonesia yang berpartisipasi. Ke-12 peserta memamerkan produk-produk kesenian dan kerajinan tangan.

Para peserta tersebut antara lain NES (produk batik dari Cirebon), Lombok Pearls NTB (produk mutiara Mataram Lombok), Sumba Art (produk sutra dan tas Jakarta), Sarah Beekmans (produk perhiasan dan tanduk dari Bali), Lungsin (produk tas yang dikombinasikan dengan tenun dari Jakarta), Apip’s Batik (produk batik tulis dari Yogyakarta), Reny Feby Jewelry (produk perhiasan dari Jakarta), Galery Batik Jawa (produk batik indigo dari Jogjakarta), Mega Mendung (produk selendang celup dari Yogyakarta), Rumah Songket (produk tenun songket dari Sulawesi Selatan), dan Isam Garut (produk sutra dan tas kreatif dari Garut).

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Mufidah Kalla, bersama Peggy Lukita dan delegasi Dekranas lainnya ikut hadir di ajang bergengsi ini. Mufidah mengapresiasi keikutsertaan pelaku usaha Indonesia dalam pameran tersebut.

“Produk Indonesia dapat bersaing dengan negara lain dan hal ini perlu dipromosikan secara berkelanjutan,” ungkap Mufidah.

Lewat Pameran IICF kali ini, Paviliun Indonesia memiliki prospek peluang kerja sama yang mencapai USD 500.000 untuk pesanan produk dari Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Dari pameran, Sumba Art mendapat pesanan tas dari desainer Jepang dan Singapura untuk tas-tas mereka yang kreatif. Tas Lungsin mendapat perhatian dari perusahaan Thailand dan mendapat tawaran kerja sama pembuatan tas tenun.

Rumah Songket mendapat perhatian World Craft Council untuk produk songket. Mereka berminat mengundang perusahaan tersebut untuk pameran di Art Craft Santa Fe, Amerika Serikat. Lombok Pearls NTB mendapat pembelian dari perusahaan Thailand dan Filipina untuk produk mutiara.

Reny Feby Jewelry mendapat tawaran mengisi jewelry workshop di Gymologis Thailand berkat desain cincin mereka yang kreatif. Sarah Beekmans lewat produk perhiasan dari tanduk kerbau mendapat perhatian perusahaan Thailand, Celvin Muray dan selain itu berkesempatan mengisi workshop di Phuket dan Vietnam. Sementara itu, Mega Mendung dengan proses pewarnaan kain selendang yang prosesnya memakan waktu tujuh hari berhasil mencuri perhatian perusahaan Thailand dan Malaysia.

Pada tahun pelaksanaannya yang kelima ini, IICF menampilkan beragam produk seperti tekstil dan pakaian, tembikar, keranjang anyaman, perhiasan dan aksesori, hadiah, dekorasi rumah, dan produk kreatif lainnya. IICF 2017 menyediakan 350 stan dengan luas total 9.600 m2.

Pameran kali ini diikuti oleh negara-negara ASEAN dan luar ASEAN, di antaranya Laos, Kamboja, Myanmar, Filipina, Viet Nam, Peru, Sri Lanka, Jepang, Bangladesh, India, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan negara-negara Eropa.

Pameran IICF digelar oleh Kementerian Luar Negeri Thailand, dan didukung oleh The Support Arts and Crafts International Center of Thailand (SACICT). Pameran dibuka oleh Menteri Perdagangan Thailand, Apiradi Tantraporn.

@jitunews http://jitunews.com/read/56738/produk-kerajinan-indonesia-dapat-sambutan-hangat-di-iicf-thailand#ixzz4e6JUZUDD

Most Popular

Recent Comments