Program Optimalisasi KJA KKP, Picu Usaha Budidaya Laut Kepulauan Riau

0
157

Optimalisasi Keramba Jaring Apung (KJA) yang digulirkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui dukungan sarana budidaya hingga saat ini mulai menuai hasil optimal.

Hal ini ditandai dengan mulai dilakukannya panen hasil produksi di berbagai daerah. Seperti diketahui, tahun 2017 KKP memberikan dukungan sarana budidaya untuk mengoptimalkan sebanyak 1.050 lubang KJA yang tersebar di berbagai sentral produksi budidaya. Dukungan tersebut sebagai upaya optimalisasi KJA masyarakat yang semula tidak operasional agar kembali produktif

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, dalam keterangannya mengatakan bahwa program ini telah mampu menghidupkan kembali aktivitas budidaya laut di berbagai daerah. Langkah ini menurutnya menjadi angin segar bagi pengembangan budidaya laut ke depan.

“Dukungan yang KKP berikan telah menuai keberhasilan di berbagai daerah. Saya dapat laporan dari lapangan dan bahkan testimoni langsung dari masyarakat, bahwa saat ini panen perdana mulai dilakukan. Intinya masyarakat sangat terbantu dengan upaya KKP dalam menggerakan kembali budidaya laut melalui program ini ,” jelas Slamet dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/11).

Sementara itu, keberhasilan program optimalisasi KJA juga ditunjukkan dengan dilakukannya panen perdana di Kepulauan Bintan, yaitu di KJA milik Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju Jaya, Desa Penaga, Bintan, Rabu (22/11).

Kegiatan panen tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Ditjen Perikanan Budidaya KKP dan Sekda Bintan. Sekretaris Ditjen Perikanan Budidaya, Tri Hariyanto, menyatakan bahwa panen perdana ini merupakan bukti nyata keberhasilan program optimalisasi KJA. Untuk itu ia menekankan agar keberhasilan ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif dalam mengangkat kembali perekonomian masyarakat di pesisir Bintan, umumnya Kepulauan Riau.

“Kami mengapresiasi upaya semua pihak dalam menyukseskan program ini,  dalam hal ini kelompok, Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam, dan Pemda. Panen perdana ini kembali memberikan harapan pada masyarakat bahwa budidaya laut masih optimis untuk dikembangkan. Mudah-mudahan apa yang dilakukan hari ini bisa memberikan motivasi lebih bagi masyarakat untuk kembali menggeluti usaha budidaya laut ini ke depan,” kata Tri dalam di depan pembudidaya yang hadir.

Tri menambahkan, dukungan sarana budidaya KJA tersebut merupakan bentuk upaya pemerintah dalam menstimulus kembali pengembangan budidaya laut di sentral-sentral produksi. Bahkan menurutnya, pihak KKP berharap ke depan investasi di bidang ini akan mulai masuk.

Azlan, Ketua Pokdakan Maju Jaya, mengaku, panen perdana bawal bintang ini menghasilkan 3,5 ton dengan pendapatan yang diperoleh lebih dari Rp 17 juta. Awalnya, kelompok mendapat dukungan benih sebanyak 10.000 ekor.

“Kami terus terang sangat terbantu dengan program KKP ini. Panen saat ini menambah optimisme kami untuk lebih berkembang lagi,” akunya.

Sementara itu, Bupati Bintan yang diwakili oleh Sekda Bintan, Adi Prihantara, yang juga turut hadir, menyatakan apresiasinya atas keberhasilan program KKP. Menurutnya, program ini secara langsung akan membawa pengaruh besar terhadap pemanfaatan ekonomi sumber daya perikanan khususnya budidaya laut di Kepulauan Bintan.

“Sejak dari dulu, Kepulauan Bintan dikenal sebagai daerah yang kaya akan sumber daya kelautan dan perikanan. Usaha budidaya laut menjadi salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat. Ke depan, saya yakin dengan dukungan seluruh pihak, usaha ini akan berkembang pesat, investasi masuk dan sudah barang tentu akan memberikan kontribusi terhadap pergerakan ekonomi Bintan,” ungkapnya.

Kepala BPBL Batam, Toha Rosadi, mengatakan, instansinya diberi tanggung jawab untuk mengoptimalkan 300 lubang KJA di wilayah Provinsi Kepulauan Riau yang tersebar di Kepulauan Natuna, Kota Batam, dan Bintan.

“Kegiatan ini meliputi dua kegiatan pokok, yaitu dukungan sarana dan prasarana serta pendampingan teknis. Hingga tahun 2017, jumlah benih ikan yang diberikan mencapai 403.000 ekor benih terdiri dari ikan bawal bintang, kakap dan kerapu,” jelas Toha saat dikonfirmasi.

Sementara itu, hasil produksi panen dari program ini, tahun 2017 di Kota Batam dan Kabupaten Bintan mencapai 38,5 ton ikan bawal bintang dan kakap putih dengan nilai ekonomi lebih dari Rp 1,9 miliar. Sedangkan, untuk Kabupaten Natuna ditargetkan akan dilakukan panen pada pertengahan tahun 2018 dengan target produksi sebesar 10 ton.

Untuk menjamin kesinambungan dan penguatan kapasitas usaha Pokdakan, pada tahun 2018 KKP melalui BPBL Batam telah memfasilitasi kerjasama dengan berbagai pihak.  Pihak yang sudah menyatakan kesediaannya untuk mendukung usaha budidaya laut antara lain Bank Indonesia, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

 

 

Sumber : Program Optimalisasi KJA KKP, Picu Usaha Budidaya Laut Kepulauan Riau
Program Optimalisasi KJA KKP, Picu Usaha Budidaya Laut Kepulauan Riau
Jitunews

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here