Sunday, October 17, 2021
Home Jitu News Proyek Pembangkit Listrik 10.000 MV, BPK Temukan Masalah Pengelolaan Rantai Suplai

Proyek Pembangkit Listrik 10.000 MV, BPK Temukan Masalah Pengelolaan Rantai Suplai

Harry Azhar selaku ketua Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) menyampaikan ada permasalahan yang terjadi pada proyek pembangunan listrik 10.000 MV.

Hal itu disampaikannya pada saat ikhtisar hasil pemeriksaan semester (IHPS) II. Harry menjelaskan dalam laporannya itu pengelolaan rantai suplai pada SKK Migas dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa pada kontraktor kontrak belum dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang ada.

“Belum dilaksanakan sesuai perundang-undangan,” ujar Harry, kamis (6/4/2017).

Selain itu, menurutnya PLN belum dapat merencanakan secara matang dalam menggarap proyek 10.000 MV. Permasalahan yang perlu diperhatikan adalah PLTU Tanjung Balai Karimun, PLTU Ambon, PLTU 2 NTB Lombok, PLTU Kalbar 2 dan PLTU Kalbar 1yang berpotensi untuk berhenti.

Permasalahan itu membuat dana PLN yang dikeluarkan sebesar Rp 609,54 miliar untuk membangun sejumlah PLTU kurang memberikan manfaat yang nyata.

“PLN juga belum mengenakan denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan pembangunan PLTU sebesar Rp 704,87 miliar dan US$ 102,46 juta,” ungkapnya.

BPK juga menemukan masalah lain yakni pada kas pemerintah ditemukan 8.251 rekening pemerintah senilai Rp 17,97 triliun tidak tercatat.

@jitunews http://jitunews.com/read/56359/proyek-pembangkit-listrik-10-000-mv-bpk-temukan-masalah-pengelolaan-rantai-suplai#ixzz4dXNOU5QR

Most Popular

Recent Comments