Friday, September 24, 2021
Home DIMENSI Qatar Terancam Krisis Makanan Setelah Saudi cs Putuskan Hubungan

Qatar Terancam Krisis Makanan Setelah Saudi cs Putuskan Hubungan

Arab Saudi akhirnya memutus hubungan diplomatiknya dengan Qatar sebagai puncak dari ketegangan yang muncul antar dua negara tersebut. Penduduk Qatar harus bersiap diri untuk mencukupi kebutuhan akan makanan yang mungkin bakal diembargo secara ekonomi yang membuat negara tersebut seperti tercekik kekurungan makanan.

Qatar pun benar-benar sendirian kala baru-baru ini Libia ikut-ikutan memutus hubungan. Sebelumnya Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir, dan Yaman adalah negara di kawasan TImur Tengah yang terpaksa ‘tak lagi berteman’ dengan Qatar. Sedangkan Maladewa menjadi satu-satunya negara di luar Liga Arab yang bergabung dengan negara-negara Arab untuk memutus hubungan dengan Qatar.

Ketujuh negara tersebut memilih memusuhi Qatar lantaran negeri yang kaya itu dituding aktif membiayai serta mendukung aksi terorisme yang notabene membahayakan stabilitas kawasan.

Pihak Qatar bersuara bahwa segala tuduhan yang mengarah pada pemutusan hubungan diplomatik adalah tidak adil dan tidak berdasar.

Meski termasuk sebagai salah satu negara terkaya di dunia, rupanya tak serta merta membuat Qatar bisa mandiri dalam urusan memproduksi makanan yang notabene semua makanan justru impor dari negara sekitar. Hal tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah yang tak gampang bagi negara yang memiliki jumlah GDP per kapita mencapai 129 ribu Dolar AS, saat negara sekililingnya bersikap untuk memutuskan hubungan diplomat.

Tercatat dalam data World Bank, Qatar melakukan impor makanan seniali USD 1 triliun dollar AS di sepanjang 2105. Parahnya impor makanan senilai itu bersala dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang kini memilih tidak berteman dengan Qatar.

Hal itu menjadi parah karena pemutusan hubungan diplomatik berujung pada penutupan jalur darat, laut, dan udara bagi penerbangan dan pengiriman dari Qatar.

“Ketahanan pangan menjadi isu besar di Qatar. Sehingga, pemblokiran jalur udara dan darat berdampak pada distribusi dan ketahanan pangan,” demikian sahut Pakar Ekonomi Politik Adel Abdel Ghafar di Brookings Doha Center seperti yang diterbitkan CNN Money.

Dengan demikian, Qatar tinggal menghitung mundur kapan stok makanan mereka habis sekaligus berpikir keras mengoptimalkan sumber pangan dan mensiasati distribusi makanan yang terhenti.

Beberapa supermarket lokal terlihat dipadati oleh warga yang impulsif menyiapkan persediaan makanan untuk beberapa waktu ke depan. Bahkan, hanya dalam hitungan jam, beberapa rak makanan sudah kosong, termasuk rak susu dan daging.

Di tengah kecemasan tersebut, Iran datang menawarkan bantuan yang amat dibutuhkan. Pertolongan Iran tersebut adalah dalam bentuk ekspor makanan melalui jalur laut ke Qatar. Reza Nourani, kepala serikat eksportir produk agrikultur Iran, menyatakan kiriman makanan yang dikirim negaranya akan tiba dalam waktu 12 jam.

Bukan sebuah pemandangan baru jika Qatar dan Iran saling mesra. Keduanya saling rangkul dalam berbagi sumber gas terbesar di dunia di Pars Selatan. Sayangnya, meningkatnya hubungan kerja sama Iran-Qatar juga turut memanaskan tensi diplomatis di Timur Tengah.

@jitunews http://jitunews.com/read/60222/qatar-terancam-krisis-makanan-setelah-saudi-cs-putuskan-hubungan#ixzz4jHkO6VgJ

Sumber : Qatar Terancam Krisis Makanan Setelah Saudi cs Putuskan Hubungan
Qatar Terancam Krisis Makanan Setelah Saudi cs Putuskan Hubungan
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments