Monday, October 25, 2021
Home Nasional Rangkaian Mobilitas Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob

Rangkaian Mobilitas Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob

Mulyadi, pelaku penusukan terhadap dua anggota Brigade Mobil (Brimob) di Masjid Falatehan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/6) lalu, diketahui terafiliasi dengan kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syiria alias ISIS.

Mulyadi merupakan simpatisan ISIS yang terkooptasi radikal dari materi-materi yang diunggah pada website radikal maupun group-group messenger radikal yang diikutinya,” tutur Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rikwanto, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (2/7).

Rikwanto melanjutkan, Densus 88 Mabes Polri pun kini sudah menemukan rangkaian mobilitas dari Mulyadi sebelum ia menusuk dua anggota Brimob tersebut. Hal tersebut diketahui dari empat orang saksi yang telah diperiksa. Di antaranya kakak kandung Mulyadi, yakni Nismardanim dan kakak ipar Mulyadi di Cikarang serta dua rekan Mulyadi yakni Angga dan Zulkifli.

Dikatakan Rikwanton, lima hari sebelum kejadian penusukan, tepatnya pada tanggal 25 Juni 2017, Mulyadi minta izin pulang kampung ke Padang, Sumatera Barat dan diberikan uang oleh Nismardani sebesar Rp 5 juta.

“Uangnya untuk pulang kampung, tapi sebelum pulang, dia hendak ke Jakarta dulu untuk mencari teman pulang bersama-sama,” ujar Rikwanto.

Nismardani sendiri, kata Rikwanto, mengaku terakhir berkomunikasi dengan Mulyadi pada 28 Juni 2017.

Ia melanjutkan, sebelum berangkat ke Jakarta, dari Cikarang, Mulyadi mengontak temannya, yakni Angga yang sudah saling kenal semenjak masih duduk di bangku sekolah SMA.

“Pada 25 Juni 2017 sekitar pukul 17:30 WIB, Angga menjemput Mulyadi di Cawang dan kemudian membawanya ke kosan di Kalibata,” sambung dia.

Kata Rikwanto, selama di kosan Angga, Mulyadi kerap memperlihatkan video tentang ISIS dan soal jihad. Lalu, pada tanggal 26 Juni, Mulyadi minta diantarkan ke Stasiun Palmerah. Di sana dia ingin bertemu dengan temannya dari Padang Panjang.

“Kemudian kami memeriksa Zulkifli yang juga rekan Mulyadi. Dia telah saling kenal sejak 2012, dan tinggal satu kosan pada tahun 2014. Mulyadi datang ke kiosnya (Zulkifli) di Bojong Gede pada tanggal 26 Juni 2017 sekitar pukul 17.00 WIB dan kemudian tinggal selama empat hari hingga tanggal 30 Juni. Zulkifli melihat keanehan dari perilaku Mulyadi sejak sekitar akhir tahun 2016, Mulyadi memperlihatkan materi mengenai ISIS, jihad, hijrah ke Filipina Selatan dengan tujuan untuk syahid,” beber Rikwanto.

Menurut pengakuan Zulkifli, selama empat hari itu, Mulyadi kebanyakan bermain dengan handphone-nya ketimbang berkomunikasi secara langsung.

Dan, menurut Zulkifli, soal pisau yang digunakan Mulyadi untuk menusuk dua anggota Brimob, sengaja dibelinya dari online shop.

“Pembelian tiga bulan lalu melalui online shop,” pungkasnya.

 

Sumber : Rangkaian Mobilitas Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob
Rangkaian Mobilitas Mulyadi Sebelum Menusuk Dua Brimob
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments