Sunday, November 28, 2021
Home KESEHATAN Realisasi Penggunaan BPJS oleh Masyarakat Masih Minim

Realisasi Penggunaan BPJS oleh Masyarakat Masih Minim

Forum Komunikasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Sekadau dibentuk untuk menampung dan memecahkan masalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Kesehatan.

Namun, permasalahan yang ada, yaitu pendataan terhadap pengguna BPJS baik dari APBD dan APBN dirasa masih belum akurat. Sebab, pada tahun 2015 untuk penggunaan BPJS secara umum tidak mencapai tiga persen yang menggunakan BPJS mulai dari APBD hingga APBN.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sekadau, Herman A Bakar, mengatakan forum tersebut juga dilakukan untuk bekerjasama dan saling menunjang terhadap pelayanan oleh BPJS. Komisi C, kata Herman, memberikan apresiasi kepada Bupati Sekadau yang telah mengalokasikan APBD untuk penerima bantuan iuran (PBI) BPJS dan JKN dari APBD sebanyak 3.000 jiwa.

“Sedangkan untuk PBI APBN sebanyak 56.748 jiwa pada tahun 2016 ini. Jadi kami dari Komisi C sangat memberikan apresiasi kepada bupati, apalagi tujuan ini untuk membantu masyarakat kurang mampu agar mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik,” ujarnya.

Politisi Partai Amanat Nasional tersebut tidak menampik jika masih ada kendala yang dihadapi, terutama dalam realisasi penggunaan BPJS oleh masyarakat. Padahal, kata dia, jika dilihat dari RSUD masyarakat miskin yang sakit sangat banyak.

“Realisasinya masih kecil, tapi masih banyak masyarakat miskin yang berobat. Itu artinya bisa saja pendataan yang dilakukan selama ini belum akurat,” ucapnya.

Padahal, kata Herman, di dalam Undang-Undang Dasar 1945 telah menjelaskan jika fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Untuk itu, agar realisasi pada tahun bisa dimaksimalkan dan warga miskin tidak sulit lagi untuk berobat.

Dikatakan dia, adapun saran yang dari Komisi C, yaitu pendataan langsung melibatkan Kepala Desa (Kades) sebagai ujung tombak pemerintahan. Selain itu, masyarakat miskin tidak dipersulit saat berobat ke rumah sakit meski hanya berbekalkan surat keterangan miskin dari Kades setempat.

“Setidaknya diakomodir dulu. Berikan pelayanan terlebih dahulu untuk masyarakat miskin walau belum menjadi peserta BPJS urusan administrasi belakangan. Kami bersyukur hal ini direspons positif oleh Bupati yang juga perhatian dengan masyarakat tidak mampu,” ungkapnya.

Herman mengatakan, Bupati Sekadau tidak ingin ada masyarakat miskin yang sulit untuk berobat. Untuk itu, Herman meminta RSUD dan BPJS agar mempermudah masyarakat dalam memberikan pelayanan.

“Ini juga dilakukan agar serapannya untuk penggunaan BPJS menjadi maksimal. Bupati langsung merespon dan berharap SKPD terkait dapat menidaklanjuti hal tersebut. Harapannya tentu tidak ada lagi keluhan dari masyarakat untuk berobat,” tandasnya.

 

Sumber : Realisasi Penggunaan BPJS oleh Masyarakat Masih Minim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments