Rekam Jejak Caleg Jadi Syarat Penting Bagi Pemilih

0
64

Persaingan politik dalam Pemilu serentak, baik Pilpres dan Pileg dinilai telah menghasilkan polarisasi yang kuat. Perkubuan politik itu mengarah pada relasi tidak sehat antar-pendukung, dan bahkan relasi cenderung predatorik antar-Caleg.

Menurut Peneliti politik dari Explosit Strategic, Arif Susanto, akibat polarisasi itu, malah timbul saling menjatuhkan. Sejumlah kasus korupsi yang melibatkan caleg juga menjadi sorotan masyarakat. Arif pun mengimbau pemilih agar lebih cerdas dalam memilih caleg di pemilu 2019.

“Mengetahui rekam jejak Caleg menjadi syarat penting bagi seorang pemilih cerdas. Pemilih cerdas mengambil putusan berdasarkan pertimbangan atas informasi yang dimilikinya,” katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (11/4).

Kata Arif,sebaiknya KPU mendorong mekanisme agar para Caleg mengembangkan transparansi. Misalnya, bekerjasama dengan KPK untuk mengumumkan laporan harta kekayaan negara. Selain itu, para Caleg juga perlu melibatkan diri bersama publik dalam model-model kampanye dialogis sekaligus kritis.

“Terakhir, para Caleg dapat memanfaatkan media massa dan media sosial sebagai medium komunikasi politik berjangkauan luas,” katanya.

Menurut arif, semakin informatif, semakin mungkin seorang calon pemilih dapat membuat pilihan cerdas. “Secara akumulatif, pilihan cerdas itu akan memberi pengaruh besar terhadap kebaikan bersama,” katanya.

Di sisi lain, Caleg juga berkepentingan agar calon pemilih semakin cerdas. Sebab, pemilih cerdas akan mengharapkan tawaran program bagus dan bersedia melakukan dialog kritis dengan para Caleg.

“Model komunikasi politik semacam ini dapat mengurangi biaya kampanye dan berpeluang mendekatkan Caleg dengan publik pemilih,” katanya.

 

 

Sumber : Merdeka.com