Saturday, May 28, 2022
Home Nasional Rencana Pengenaan Tarif Isi Ulang E-Money Diprotes

Rencana Pengenaan Tarif Isi Ulang E-Money Diprotes

Rencana Bank Indonesia (BI) menerbitkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) tentang E-Money atau uang elektronik diharapkan agar disusun sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum) mengingatkan BI agar hati-hati dalam menyusun Peraturan Bank Indonesia tentang E-Money khususnya dengan ketentuan pengenaan tarif saat isi ulang (top up).

“Logika hukumnya belum ketemu, orang isi ulang (top-up) e money, tapi dikenakan biaya,” gugat Heru Siswanto, peneliti Puskapkum dalam diskusi rutin terbatas Puskapkum di Jakarta, Minggu, (17/9).

Lebih lanjut Heru mengatakan agar BI lebih hati-hati dalam merumuskan norma dalam perubahan PBI terkait e money. Menurut dia, dalam penyusunan peraturan perundang-undangan, pembuat peraturan harus memerhatikan aspek sosiologis masyarakat.

“Pertanyaan kritis dari publik atas rencana perubahan PBI ini harus didengar oleh Bank Sentral. Jangan sampai ada gejolak akibat peraturan yang tidak sinkron dengan kehendak dan aspirasi publik,” tambah pengajar Hukum Perbankan ini.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Peneliti Senior Puskapkum Bidang Perdata dan Hukum Bisnis Panti Rahayu menilai upaya penerapan pengurangan penggunaan uang tunai atau less cash soceity dari sudut praktis dan kemanfaatan akan memudahkan masyarakat.

“Poin lainnya, pemerintah melalui bank akan mendapat tambahan uang dari dana yang ditahan dalam e money,” ungkap Panti.

Hanya saja, sambung Panti, ia mengingatkan soal usaha kecil mikro dan menengah yang akses e money masih sangat terbatas. Menurut dia, perlu ada kearifan dalam penerapan transaksi e money agar tetap memerhatikan kelompok pelaku usaha kecil dan menengah.

 

 

Sumber : Rencana Pengenaan Tarif Isi Ulang E-Money Diprotes
Rencana Pengenaan Tarif Isi Ulang E-Money Diprotes
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments