Monday, October 25, 2021
Home Nasional RI – Sri Lanka Sepakat Berantas Illegal Fishing dan Kelola Perikanan Berkelanjutan

RI – Sri Lanka Sepakat Berantas Illegal Fishing dan Kelola Perikanan Berkelanjutan

Pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Presiden Republik Sosialis Demokratik Sri Lanka, Yang Mulia Tuan Maithripala Sirisena menghasilkan dua nota kesepakatan kerjasama. Salah satunya adalah pada sektor kelautan dan perikanan.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di hadapan kedua pimpinan negara, oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dengan Menteri Perikanan dan Pembangunan Sumber Daya Perairan Dilip Wedaarachchi di Ruang Kresedensial, Istana Merdeka, Rabu (8/3).

Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama kelautan dan perikanan. Selain itu, kerja sama pemberantasan Illegal Unreported and Unregulated Fishing (IUU Fishing) serta promosi pengelolaan perikanan berkelanjutan.

Menteri Susi mengatakan, dalam kerjasama ini, kedua negara siap saling membantu menghadapi IUU Fishing. Indonesia siap membantu Sri Lanka dalam menghadapi pencurian ikan yang juga menjadi kendala utama bagi perikanan Indonesia.

“Kerjasama perikanan, sama IUU Fishing karena wilayah Sri Lanka banyak dicuri, kan sama kita dengan dia Indian Ocean. Satu pantai dengan Aceh, kan satu wilayah”, ungkap Susi di Kompleks Istana Negara Jakarta, Rabu (8/3).

Susi juga menjelaskan, kerjasama ini juga disepakati kemudahan ekspor ke Sri Lanka. Indonesia dapat membantu Sri Lanka dalam memenuhi kebutuhan ikan mengingat produksi ikan Sri Lanka tidak sebesar Indonesia.

“Kerjasama konkrit ya eskpor ke sana, lalu mereka juga bisa memberikan keringanan untuk produk kita. Mereka impor banyak karena kemampuan perikanan tidak sebesar kita”, lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Sirisena menyampaikan terima kasihnya atas sambutan hangat yang diberikan oleh Indonesia dalam kunjungan pertama dan bersejarahnya ini. Senada dengan Presiden Joko Widodo, Sirisena juga menegaskan persahabatan yang telah dijalin kedua negara sejak lama.

“Kita telah menjadi mitra dalam banyak inisiatif internasional seperti Konferensi Colombo dan Konferensi Bandung pada tahun 1955,” ujar Sirisena.

Kunjungan Presiden Sri Lanka kali ini sekaligus menandakan 65 tahun hubungan diplomatik keduanya, setelah kunjungan kenegaraan terakhir oleh Perdana Menteri Sri Lanka tahun 1976 atau 41 tahun yang lalu.

“Bagi Indonesia, Sri Lanka merupakan sahabat dekat dan kita bersama-sama menggagas Konferensi Asia-Afrika dan melahirkan Gerakan Non-Blok,” ujar Presiden Jokowi.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, serta Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggi M Nasir.

 

@jitunews http://www.jitunews.com/read/54766/ri-ndash-sri-lanka-sepakat-berantas-illegal-fishing-dan-kelola-perikanan-berkelanjutan#ixzz4bGc3ADGY

Most Popular

Recent Comments