Sunday, October 17, 2021
Home Nasional Salak Indonesia Berhasil Tembus Pasar New Zealand

Salak Indonesia Berhasil Tembus Pasar New Zealand

Dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah tentang Paket Kebijakan Ekonomi IV yang mendorong kegiatan berorientasi ekspor, Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian memfasilitasi akselerasi ekspor terhadap beberapa komoditas pertanian, salah satunya ekspor buah salak.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini, mengatakan bahwa buah salak asal Indonesia sangat disukai banyak orang, terutama salak Pondoh atau sering disebut ‘Salak Super Sleman’. Salak ini sangat berkualitas karena rasanya enak, daging buahnya manis, garing, dan aromanya sedap.

“Disamping itu, salak asal Indonesia juga bebas dari bahan kimia karena tumbuh di Lereng Merapi dengan tanah vulkanik dari Merapi dan pupuk organik,” demikian kata Banun dalam keterangan tertulis yang diterima Jitunews, Kamis(23/3/2017).

 

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa keberhasilan Salak Indonesia menembus pasar New Zealand merupakan pencapaian penting, mengingat New Zealand merupakan negara yang memiliki standard phytosanitary tinggi. MPI New Zealand telah mengeluarkan Import Health Standard (IHS), yaitu persyaratan karantina tumbuhan terhadap produk impor yang masuk ke New Zealand. Negara pengekspor harus pastikan produknya memenuhi IHS sebelum penerbitan Phytosanitary Certificate (PC).

Badan Karantina Pertanian telah berhasil melakukan negosiasi dengan Dirjen Teknis terkait upaya memenuhi persyaratan IHS New Zealand. Masuknya salak Pondoh ke pasar New Zealand ini diharapkan mampu membuka peluang ekspor salak dan komoditas pertanian ke negara lain.

Data Badan Karantina Pertanian menunjukkan salak Indonesia telah menembus 29 negara di dunia tanpa mengalami hambatan karena memenuhi standar yang disyaratkan oleh negara tujuan. Tiongkok, Kamboja, Saudi Arabia, Singapura dan Belanda menjadi negara terbesar pengimpor salak Indonesia.

Salak merupakan buah tropis dengan struktur kulit yang bebas hama, menjadi alasan mudahnya ekspor salak ke negara tujuan. Karantina telah berhasil menerapkan jaminan kesehatan dan keamanan pangan salak dengan baik.

Data dua tahun terakhir sejak tahun 2015 s.d. 2016, ekspor salak Indonesia mengalami peningkatan hingga 4,24 persen. Pada tahun 2015, tercatat volume sebesar 758.656,03 kg, dan tahun 2016 sebesar 790.888,05 kg. Selanjutnya, pemerintah berharap peluang ekspor salak dan buah lainnya akan semakin terbuka dan tanpa hambatan teknis dari negara tujuan.

@jitunews http://www.jitunews.com/read/55466/salak-indonesia-berhasil-tembus-pasar-new-zealand#ixzz4cDMPUk7F

Most Popular

Recent Comments