Sebulan Perluasan Ganjil Genap, Dinas LH Klaim Kualitas Udara DKI Membaik

0
17

Jakarta – Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta telah mengevaluasi sebulan pelaksanaan perluasan ganjil genap. Kualitas udara di Jakarta dinilai membaik dari sebelum perluasan ganjil genap (gage) diuji coba. 

“Alhamdulillah membaik. Evaluasi kami, pengurangan tingkat kekotoran bisa 20 persen diukur dari pm (partikulat) 2,5 nya,” ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Andono Warih kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/9/2019). 

Dalam data Dinas LH, terdapat dua stasiun yang memantau kualitas udara yaitu Stasiun Bundaran HI, dan Stasiun Kelapa Gading. Dua stasiun itu menggunakan hitungan pm 2,5. Semakin tinggi nilai, maka semakin buruk kualitas udara Jakarta.

Dinas LH menghitung kualitas udara dari 8 minggu sebelum dan sesudah uji coba ganjil genap. Uji coba dilakukan pada 12 Agustus 2019, sedangkan pelaksanaan uji coba dilakukan pada 9 September.

Pada minggu ke-7 setelah uji coba atau ke-3 setelah pelaksanaan, di Bundaran HI nilai 61,02. Sedangkan minggu ke-7 sebelum uji coba adalah 65,82. Dengan begitu, terjadi penurunan 7,29%. 

Sedangkan pada minggu ke-8 setelah uji coba atau ke-4 setelah pelaksanaan adalah 62,34. Sedangkan minggu ke-8 sebelum uji coba adalah 62,34. Dengan begitu, terjadi penurunan sebesar 6,31%. 

“Walau di minggu ke-7 dan 8 persentase penurunan tidak terlau besar, hal tersebut terjadi karena kondisi Jakarta yang pada saat itu, kerap adanya aksi demonstrasi yang cukup besar sehingga pelaksanaan Gage sempat dihentikan sementara. Serta ada perbaikan di depan Stasiun Bundaran HI,” ucap Andono dalam penjelasan datanya. 

Sumber : Detik.com