Friday, September 24, 2021
Home DIMENSI Selamatkan Generasi, Awas Makanan dan Permen Narkoba

Selamatkan Generasi, Awas Makanan dan Permen Narkoba

Lagi-lagi narkoba belum tuntas mengancam generasi. Di mana remaja dan usia anak masih menjadi target market dari peredaran narkoba melalui jalur mafia, termasuk dari luar negeri.

Narkoba, virus yang tergolong berbahaya laten, termasuk yang menggerogoti anak-anak bangsa. Pasalnya, narkoba juga melakukan rekayasa teknologi hingga memproduksi jenis-jenis narkoba berbentuk makanan dan permen serta aroma therapy.

Presiden Jokowi merasa sangat gusar mengapa mafia narkoba semakin berani masuk Indonesia. Jokowi lantas menyatakan ”perang” terhadap peredaran narkoba. Hingga dinyatakan oleh berbagai pihak, bahwa ”Indonesia Darurat Narkoba.”

Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai yang berwenang menyusun kebijakan nasional dalam pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta merehabilitasi para pemakai untuk stop pada narkoba — telah menunjukkan tajinya di bawah kepemimpinan Kepala BNN, Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso. Ia tergolong sosok yang berani mengambil kebijakan dan keputusan terhadap kasus narkoba.

Bukti nyatanya pelaku bandar narkoba banyak yang ditangkap dan dijebloskankan ke penjara. Bahkan Komjen Budi Waseso memerintahkan tembak di tempat kepada pengedar narkoba yang melawan petugas.

 

Pada pokoknya, para aktivis anti narkoba yang tergabung di Pemuda Melawan Narkoba (PMN) mendukung penuh BNN, sebagai kelanjutan dari sikap Presiden Jokowi yang menyatakan perang terhadap bandar narkoba dan peredaran narkoba secara menyeluruh.

PMN juga mendukung kebijakan hukum Indonesia yang menetapkan sanksi seberat-beratnya kepada para pengedar dan bandar narkoba. Termasuk hukuman mati.
PMN juga siap dilibatkan bersama kelompok masyarakat lain untuk berkolaborasi dengan BNN memberantas dan menanggulangi bahaya bahaya narkoba dengan mengikuti aturan SOP dari BNN.

PMN pun siap memberikan sumbangsih dalam memperkuat teknologi canggih yang diprakarsai BNN dalam memberantas peredaran narkoba. Selain itu, PMN juga setuju untuk tidak mendiskriminasi para korban narkoba. Jangan hanya artis selebriti dan pejabat saja yang mendapatkan rekomendasi rehabilitasi. Tetapi masyarakat umum juga harus mendapatkan hak yang sama.

Namun dalam upaya memberantas narkoba masyarakat juga harus dilibatkan, bukan sekadar ikut memberikan penyuluhan tetapi juga memberikan informasi atas kecurigaan demi kecurigaan untuk dilaporkan. Bahkan masyarakat juga diperbolehkan untuk membentuk kelompok-kelompok yang terlibat mendeteksi korban-korban narkoba. Misalkan, kelompok masyarakat berkolaborasi bersama BNN untuk melakukan tes narkoba melalui air seni dan rambut di sekolah-sekolah dari mulai SD hingga mahasiswa. Sehubungan tidak menutup kemungkinan pelajar dan mahasiswa tanpa sepengatahuannya menggunakan narkoba di dalam kandungan makanan dan permen.

Narkoba adalah komoditi ilegal yang memang ingin merangsek segala strata usia dan status sosial. Tak pandang anak-anak, remaja, dewasa, orang tua hingga status public figure, pejabat, PNS dan tokoh pun terbukti juga ikut terjerat kasus narkoba. Mengerikan. Seakan tidak ada lagi rasa sungkan untuk menjaga status sosial dirinya.

Untuk langkah preventifnya selalu lah bergiat memberikan penyuluhan dan seminar serta talk show dari korban-korban yang telah bertaubat. Di mana lewat sekolah dan kampus bisa membantu para orang tua yang tidak punya bekal pengetahuan untuk mencegah narkoba.

Hal ini tentu butuh dukungan berbagai lembaga terkait dan juga seluruh pemerintahan daerah. Momentum bulan Agustus sebagai peringatan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia adalah tepat untuk mengingatkan betapa biadabnya narkoba merusak generasi. Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober juga momentum kebangkitan anak bangsa untuk ”perang” terhadap narkoba.

Atas dasar keprihatinan dan solidaritas terhadap korban narkoba, maka para aktivis Pemuda Melawan Narkoba (PMN) yang bermarkas di Jakarta dan sudah memiliki jaringan organisasi yang sama di Riau, Makassar dan Bandung — akan membuat studi penelitian yang antara lain bahan studinya bersumber dari ”Seminar Nasional” tentang aktivitas peran pemuda dalam menanggulangi dan memberantas Narkoba.

Rencananya dilaksanakan bertepatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2017 di Kota Makasar, yang akan dihadiri perwakilan aktivis anti narkoba, praktisi penanggulangan narkoba dan akademisi dari seluruh Indonesia, yang didukung oleh stakeholders setempat dan Kepala BNN Komjen Polisi Budi Waseso yang sudah menyatakan siap untuk mendukung acara tersebut termasuk memberikan materi paparan dalam seminar.

Seminar tersebut akan menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam memberantas narkoba. Seminar tersebut hanya dengan satu tujuan yang mengkerucut, yakni membangun generasi cerdas dan sehat jasmani-rohani dengan menolak narkoba. Tujuan ini untuk mencetak karakter Sumber Daya Manusia yang berkompetensi dan sehat yang unggul di kancah persaingan dengan bangsa lain. Membangun karakter disertai tekad ”Revolusi Mental” memperbaiki diri tanpa pengaruh alusinasi narkoba.

Jika menjadi generasi unggul, maka sesungguhnya punya kemampuan yang unggul, bukan karena pengaruh stimulus narkoba. Salah satu contoh, jika seniman panggung bisa menyajikan performance sebagai seorang bintang, lantaran talenta dan faktor kewajaran.

Ditulis oleh Ir. Ahmad Sukri dan Ir. Thamrin Barubu
(Akademisi Anti Narkoba Kota Makassar),

Ditulis oleh: Ir. Ahmad Sukri

 

Sumber : Selamatkan Generasi, Awas Makanan dan Permen Narkoba
Selamatkan Generasi, Awas Makanan dan Permen Narkoba
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments