Semasih Robot Jurnalisme Belum Punya Moral, Pekerjaan Jurnalis Masih Aman

0
46

Jurnalisme kini lebih mengkerucut pada isu keberagaman berita, bagaimana tidak? Proses pekerjaan jurnalisme yang sangat panjang dalam mengangkat suatu isu seperti mencari, mengolah hingga menyebarluaskan ke publik. Dari situlah keberadaan robot dapat dimanfaatkan dalam membantu kegiatan manual manusia menjadi otomatis. Mereka merekomendasikan berita pada pembaca lewat penggabungan dari beberapa cluster dan keyword sehingga menjadi satu angle tulisan.

Memperkerjakan robot untuk menulis berita ini penemuan terbaik penerjemahan robot dalam menganalisis data berasal dari pengumpulan beberapa kata kemudian diubah menjadi bentuk angka sehingga mudah dibaca pembaca, namun kelemahannya mesin ini tetap memerlukan peran manusia. Pemberitaan yang disajikan robot masih agak terbatas karena mesin hanya belajar dari pola dalam pemahaman makna, jadi melalui data dan informasi otomatis akan disusun tulisan.

Mesin itu belajar dari jurnalis (machine learning) jika kita menginputnya dar sebuah data secara teknis maka input tersebut harus bagus agar menghasilkan data yang sangat sempurna.  Ada robot yang bisa mengajak diskusi lewat chatword dalam menemukan data kemudian mengambil sebuah pembicaraan di twitter.

“Peran robot bukan untuk menggantikan peran jurnalis tetapi hanya sebagai pelengkap tambahan secara teknologi semakin kencang terutama media sosial sehingga perlu dimanfaatkan jadi tak perlu khawatir” ungkap Rahadian Ratna Paramita, Wakil Pimpinan Redaksi Beritagar.id, Kamis (23/11) saat Talkshow Robot Journalism di Grha Raya Bakorwil, Solo.

Hal yang membedakan berita buatan jurnalis dengan robot, mesin harus diberi pengajaran agar dapat belajar sendiri melalui proses mengubah kata atau kalimat menjadi sebuah angka ini dllakukan secara berulang-ulang.Robot harus bisa membedakan kata sesuai level pemahaman makna tahu struktur kalimat seperti kata kerja, sifat dan keterangan.

Kelemahan utama ditemui jika dalam pemberitaan yang dibuat robot terjadi kesalahan itu cukup dianggap warning keras bagi media. Terkait itu redaksi tidak bisa menyalahkan robot jadi yang cara paling aman berita buatan robot yang diterbitkan yakni seputar olahraga (skor pertandingan) dan gempa bumi (BMKG).   

Ketakutan bahwa jurnalis akan digantikan dengan robot cukup mengusik dunia kejurnalisikan di masa depan. Namun, ketakutan itu bisa dihilangkan karena “jurnalisme tak akan mati karena robot tetap tergantung pada kita, hanya 8% kemungkinan jurnalis tergantikan oleh robot sehingga mahasiswa yang ingin menjadi wartawan tak perlu khawatir jika robot mengambil pekerjaanmu” tambah Rahadian.

“Terlebih semasih robot belum memiliki moral dan belum memiliki rasa simpati itu tetap aman, berbeda ketika robot sudah  memiliki rasa simpati, itu yang harus pekerja jurnalis takutkan”

 

 

 

 

Sumber : Semasih Robot Jurnalisme Belum Punya Moral, Pekerjaan Jurnalis Masih Aman
Semasih Robot Jurnalisme Belum Punya Moral, Pekerjaan Jurnalis Masih Aman
Jitunews

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here