Friday, September 24, 2021
Home Jitu News Sempat Menjadi Polemik, Kini ESDM Siap Lanjutkan Proyek HVDC

Sempat Menjadi Polemik, Kini ESDM Siap Lanjutkan Proyek HVDC

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan, mengatakan bahwa telah ada revisi terhadap Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2017-2026. Salah satu yang direvisi ialah proyek High Voltage Direct Current (HVDC) atau kabel bawah laut tegangan tinggi arus searah untuk listrik Sumatera-Jawa.

Di era Menteri Sudirman Said, proyek 500 KV ini menuai polemik dengan PLN dengan alasan Sumatera lebih membutuhkan ketimbang Pulau Jawa. Meski begitu, saat ini Jonan memutuskan untuk membangun proyek HVDC dengan catatan ada perubahan alur.

“Jadi bukan untuk memasok listrik dari Sumatera ke Jawa. Sebaliknya, HVDC akan dibangun untuk mentransfer surplus listrik dari Jawa ke Sumatera. Dulu, HVDC 500 KV itu dimaksudkan untuk memasok listrik dari Sumbagsel (sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan) ke Jawa. Sekarang pindah dari Jawa ke Sumatera. Bisa saja seperti itu melihat pertumbuhan di Jawa,” ujarnya saat diskusi coffee morning di Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/4).

 

Menurut Jonan, Pulau Jawa tidak akan kekurangan listrik karena sudah mendapat porsi yang sangat besar dalam program 35.000 MW. Nantinya, setelah tahun 2021, akan ada surplus sekitar 5.000 MW yang bisa digunakan untuk mengalirkan ke Sumatera. Proyek ini pun rencananya akan dibangun pada tahun 2021.

“HVDC bakal mulai dibangun pada tahun 2021 dan targetnya rampung pada tahun 2024. Sampai tahun 2021, Jawa akan kelebihan pasokan kira-kira 5 GW. Atas dasar itu, akhirnya pemerintah sepakat dengan PLN, HVDC akan kita kerjakan pada tahun 2021 dan selesai pada tahun 2024. Dibangun kira-kira tahun 2021, yang bangun PLN,” imbuhnya.

Sedikit informasi, di zaman Menteri ESDM Sudirman Said, proyek HVDC ini sempat menuai polemik dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir, mempertanyakan urgensi proyek HVDC berdaya 500 KV di dalam RUPTL karena dianggap tidak relevan dengan kondisi saat itu. Sofyan beranggapan, saat ini regional Sumatera lebih membutuhkan jaringan listrik daripada Pulau Jawa.

@jitunews http://jitunews.com/read/56591/sempat-menjadi-polemik-kini-esdm-siap-lanjutkan-proyek-hvdc#ixzz4dujhLqTU

Most Popular

Recent Comments