Sunday, August 1, 2021
Home Nasional Seperti Inilah Ketidaksetaraan Ketentuan Sanksi dalam Perppu No 1 Tahun 2017

Seperti Inilah Ketidaksetaraan Ketentuan Sanksi dalam Perppu No 1 Tahun 2017

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati mengkritisi terhadap ketentuan sanksi bagi petugas pajak seperti yang tercantum dalam Perppu No 1 Tahun 2017 tentang Akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan.

Menurut Enny, jika seseorang menyalahgunakan atau menyebarkan data wajib pajak terkesan lunak dibandingkan sanksi yang ada dalam UU Tax Amnesty.

Dalam PMK no 70/ 2017 tentang petunjuk teknis mengenai akses informasi keuangan untuk kepentingan perpajakan pasal 30 ayat 3 dan 4 disebutkan bahwa sanksi pidana merujuk pada pasal 41 Undang-Undang No 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan UU No 16 tahun 2009.

“Ini artinya dalam PMK No 70/2017, hukuman pidana hanya 1 tahun dan denda maksimum Rp500 juta. Sementara itu dalam UU Tax Amnesty sanksi bagi petugas pajak yang melanggar kerahasiaan data bisa dipidana hingga lima tahun,” kata Enny di Jakarta, Kamis (8/6).

“Dominasi sanksi-sanksi dalam Perppu lebih ditujukan ke sektor keuangan dibandingkan dengan kepada petugas pajak, padahal Perppu ini menyimpan potensi moral hazzard yang tinggi untuk disalahgunakan oleh regulator,” ujarnya menegaskan.

Enny menambahkan, dominasi Perppu dan produk turunannya (PMK No 70/2017) yang justru membidik pemilik rekening di dalam negeri ketimbang langkah strategis mengoptimalkan penelusuran WNI yang membuka rekening di luar negeri justru akan berpotensi meningkatkan instabilitas sektor keuangan dan kontra produktif terhadap upaya repatriasi yang sudah dilakukan.

 

Sumber : Seperti Inilah Ketidaksetaraan Ketentuan Sanksi dalam Perppu No 1 Tahun 2017
Seperti Inilah Ketidaksetaraan Ketentuan Sanksi dalam Perppu No 1 Tahun 2017
Jitunews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments